Pemkot Yogya Soroti Tingginya Cemaran E. Coli di Sungai Gajahwong

share on:
Kualitas air di Sungai Gajahwong di Kota Yogya menjadi perhatian karena tingginya cemaran E. coli || YP-Ist

Yogyapos.com (YOGYA) – Kualitas air di Sungai Gajahwong menjadi perhatian Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta. Sebab, ditemukan cemaran bakteri E. coli yang cukup tinggi.

“Kali Gajahwong ini E.coli-nya masih cukup tinggi. Itu menunjukkan kualitas airnya belum memenuhi standar,” kata Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo, Senin (27/7/2026).

BACA JUGA: Di Kota Yogya, Destinasi Wisata Dermaga Cinta Gajah Wong akan akan Dihidupkan

Hasto tingginya kandungan E.coli berisiko bagi kesehatan masyarakat yang masih memanfaatkan air sumur dari rembesan sungai. 

“Karena masih banyak warga menggunakan air sumur yang dipengaruhi rembesan sungai, kondisi ini dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan seperti diare,” ujarnya.

BACA JUGA: Gubernur DIY: Keberhasilan Pelayanan Kesehatan Bukan Sekadar Mengobati

Dia mengajak seluruh pihak menjaga kebersihan sungai dengan mengurangi sampah dan limbah.

“Kita ingin membersihkan sungai dari sampah dan berbagai limbah karena tujuannya untuk kesehatan masyarakat. Kalau sungainya bersih, warganya juga sehat,” katanya.

BACA JUGA: Komitmen Jaga Kondusivitas, Polres Bantul Sita 307 Botol Miras Ilegal di 14 Lokasi

Sementara itu, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menemukan pencemaran air berasal dari limbah domestik rumah tangga yang dibuang langsung ke sungai.

"Secara umum kualitas air di Kota Yogyakarta masih berada pada kategori sedang atau perlu kewaspadaan," ujar Kepala DLH Kota Yogyakarta, Rajwan Taufik.

BACA JUGA: Kebakaran Hutan di Imogiri Hanguskan 8 Hektare Lahan, Terjadi Sehari di Dua Lokasi

Oleh karena itu, temuan dari DLH kemudian dijadikan bahan untuk evaluasi dan melakukan edukasi kepada masyarakat. Selain itu, pembuangan limbah rumah tangga akan diarahkan ke jaringan IPAL komunal.

"Temuan tersebut kami tindak lanjuti dengan edukasi kepada masyarakat dan berkoordinasi dengan pemangku wilayah agar limbah dialihkan ke jaringan IPAL komunal maupun sistem pengolahan air limbah terintegrasi," jelasnya. (Jhw)

 


share on: