Yogyapos.com (SLEMAN) - Asosiasi Perusahaan Klining Servis Indonesia (Apklindo) DIY terus mendorong seluruh anggotanya bekerja profesional, jujur, bertanggung jawab dan mampu bersaing di pasar global. Salah satu upaya dengan menggandeng stakeholder terkait.
Hal tersebut disampaikan Ketua DPD Apklindo DIY, Salva Yunivan Saragih disela Rakerda Apklindo DIY di Grand Sarila Hotel Depok Sleman, Senin (28/10/2024).
“Kami berupaya Apklindo bisa dekat dengan stakeholder, salah satunya pemerintah yang memiliki regulasi, pada rakerda ini juga kita undang untuk memaparkan sosialisasi inovasi mereka, salah satunya penggunaan digitalisasi,” ujar Salva.
Selain itu, jelas Salva, guna menciptakan SDM yang berkompeten, pihaknya mengandeng Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) sehingga seluruh pengusaha yang tergabung di Apklindo agar seluruh karyawan dibekali sertifikat uji kompetensi, ini merupakan bentuk tanggung jawab asosiasi dalam pembinaan terhadap anggotanya.
“Klining servis ini suatu profesi sehingga mereka dituntut mengikuti uji kompetensi. Termasuk melibatkan unsur sponsor, yakni instansi yang dapat mengucurkan kredit tanpa jaminan bagi pekerja," jelasnya.
Ketua Apklindo DIY, Salva Yunivan Saragih (kanan) dan Anik Sunarni owner PT Kemilau Karya Persada || YP-Eko Purwono
“Kami undang instansi non perbankan untuk memberikan edukasi dan sosialisasi terkait dana talangan bagi karyawan tanpa jaminan,” sebutnya.
Dia berharap, kehadiran pemerintah di tengah peserta rakerda dapat memberikan pencerahan terkait tolok urur standarisasi harga dan jenis pekerjaan. Sehingga keberadaan Apklindo menjadi rujukan bagi pemberi kerja. Sejak berdiri pada 2015 jumlah anggota mencapai 40 perusahaan.
“Selama ini mulai pengadaan sudah menerapkan digitalisasi, kami mengajak seluruh pengusaha untuk melek teknologi, kalau dulu yang murah yang menang, sekarang via e katalog,” sambungnya.
Sementara itu, Anik Sunarni pemilik PT Kemilau Karya Persada salah satu anggota Apklindo DIY menyatakan sangat terbantu setelah bergabung di asosiasi. Seluruh karyawan didorong untuk tersertifikasi dan kompeten.
“Sejak bergabung sejak 10 tahun lalu, kami banyak terbantu dalam hal pelatihan dan sertifikasi, sehingga tenaga-tenaga kita dapat menjalankan profesi sebagai klining servis secara profesional,” ujar Anik.
Sedangkan, Gaji Gesa salah satu mitra Apklindo DIY sejauh ini telah mengucurkan pemberian modal tanpa agunan bagi pekerja dengan nilai pinjaman sebesar 80 persen dari angka gaji karyawan.
“Kita berikan pinjaman dana darurat bagi pekerja, bukan untuk konsumtif, namun atas nama perusahaan,” jelas R Anggi Ardianto selaku Sales Manager Gaji Gesa Jateng -DIY. (Opo)
