Yogyapos.com (KLATEN) - Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi atau lebih dikenal dengan aplikasi Srikandi bakal segera diterapkan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Klaten. Aplikasi bidang kearsipan hasil rekomendasi Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Kementerian Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB), Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) dan Badan Siber dan Sandi Negera (BSSN) itu akan dilaunching Januari 2022.
Informasi ini sisampaikan Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Klaten, Syahruna saat ditemuai awak media di kantor, Kamis (2/12/2021).
“Kabupaten Klaten sendiri terpilih menjadi salah satu dari sepuluh kabupaten / kota percontohan nasional penerapan aplikasi Srikandi. Saat ini tim kami terus melakukan pelatihan internal menggunakan aplikasi Srikandi versi 2. Semua berjalan lancar karena server sudah ditambah lebih banyak. Kami merencanakan Januari 2022, aplikasi Srikandi akan dilounching,” jelasnya.
Terkait kesiapan menjelang pencanangan Srikandi itu, pejabat yang tinggal di Tulung, Klaten itu mengatakan masih menunggu diterbitkannya peraturan bupati terkait Tanda Tangan Eletronik (TTE).
“Empat pilar kearsipan seperti tata naskah dinas, jadual retensi arsip (JRA), sistem klasifikasi keamanan akses arsip dinamis (SKKAAD), dan klasifikasi kearsipan sudah ada perbubnya. Tinggal perbub TTE yang belum ada. Untuk diterapkan aplikasi Srikandi, maka kelima pilar harus sudah ada perbubnya. Nanti kami akan berkoordinasi dengan Dinas Kominfo secepatnya,” imbuhnya.
Menjawab tentang keraguan terkait kendala dari Srikandi itu sendiri, Syahruna menegaskan kalau aplikasi yang akan digunakan adalah versi yang sudah disempurnakan.
“Pelatihan Srikandi di semua organisasi perangkat daerah (OPD) sudah kami lakukan. Jadi aplikasi Srikandi yang akan diterapkan adalah aplikasi Srikandi versi 2 yang sudah disempurnakan. Yang kami sosialisasikan di Pendopo Ageng Klaten beberapa waktu lalu adalah aplikasi Srikandi versi 1. Pelatihan internal di Dinas Arsip dan Perpustakaan Klaten terus kami lakukan. Nanti penggunaan TTE bisa dibarengkan dengan Srikandi, karena semua ciptaan arsip dinamis sudah difasilitasi di Srikandi,” pungkasnya. (Arifin)
