Apresiasi! Buku 'Junsha Soepadi Pahlawan Kota Baru' Diluncurkan, Penulisnya Seorang Polisi

share on:
AKP Susila penulis buku 'Junsha Soepadi Pahlawan Kota Baru Putra Sleman' yang dilaunching, di Aula Rapat Kalurahan Pandowiharjo Kapanewon Sleman, Rabu (6/9/2023) || YP-Agung DP

Yogyapos.co (SLEMAN) - Buku bertema sejarah perjuangan salah satu pejuang ‘Junsha Soepadi Pahlawan Kota Baru Putra Sleman’ dilaunching, di Aula Rapat Kalurahan Pandowiharjo Kapanewon Sleman, Rabu (6/9/2023).

Acara peluncuran ditandai dengan penyerahan  buku tersebut oleh Kabid Sejarah, Bahasa, Sastra dan Permuseuman Kundha Kabudayan) Sleman, Anas Mubakkir SS kepada perwakilan sekolah SD, SMP dan SMA. Hadir pada kesempatan ini Sejatiawan selaku Editor, perwakilan Polsek, Koramil, Kepala Dukuh, dan Kepala Sekolah.

Suasana launching buku karya AKP Susila || YP-Agung DP

Penulis buku, AKP Susila yang juga Kanit Humas Polsek Ngaglik, mengatakan bahwa alasan menulis buku setebal 150 halaman ini berisi peran Junsha Soepadi sebagai pahlawan kemerdekaan saat melakukan serbuan senjata pertama kali oleh Polisi Istimewa bersama BKR dan laskar Rakyat. Dalam kontak senjata melawan Jepang ini menyebabkan 21 pejuang gugur, diantaranya Junsha Soepadi dari Kepolisian yang belum banyak dikenal masyarakat.

“Diharapkan dengan terbitnya buku ini dapat memberikan pengetahuan kepada generasi penerus dan keluarga besar Polisi agar mengenal dan mengerti sejarah perjuangan Polisi dimasa perjuangan,” ungkap Susila.

BACA JUGA: AKNSB Yogyakarta Mewisuda 57 Mahasiswa Vokasi D-1

BACA JUGA: Sandiaga Harap Film Terpilih Lokus 7 Bisa Angkat Eksistensi Pelaku Ekonomi Kreatif Go International

Buku ini juga mengupas tentang kehidupan Junsha Soepadi dari lingkungan keluarga sejak kecil sampai dewasa, hingga saat menjadi anggota Polisi zaman Jepang dan gugur di Kotabaru pada 7 Oktober 1945.

Soepadi anggota Polisi Istimewa yang bergabung dalam AMPRI (Angkatan Muda Polisi Republik Indonesia) adalah anak mandor tebu asal Plalangan. Sedangkan ayahnya berasal dari padukuhan Cilikan Umbulmartani Ngemplak. Ia dilahirkan pada 1923 di kampung Cilikan. Kemudian bersama orang tuanya pindah ke Gajah Kuning Pandowoharjo. Ketika berusia 10 tahun pindah ke Padukuhan Plalangan. Nama Soepadi selain tercatat dalam Prasasti Serbuan Kotabaru 7 Oktober 1945, juga salah satu pejuang yang gugur dalam perebutan gudang senjata melawan tentara Jepang.

Sementara itu keluarga Soepadi yang juga Dukuh Plalangan, Jamaludin mengungkapkan, merasa senang dan bangga dengan launching buku kisah  perjuangan Soepadi yang sempat berhenti. Namun setelah itu dilanjutkan kembali oleh generasi muda Plalangan dengan mengadakan tabur bunga setiap perintatan Hari Pahlawan dan Hari Kemerdekaan.

“Karena dulu simbah sempat berpesan jangan sampai berhenti untuk mengingatkan generasi muda. Sehingga terbitlah buku ini,” ungkap Jamaludin. (Agn)

 


share on: