Yogyapos.com (KULONPROGO) - DPD Asosiasi Pelaksana Konstruski Nasional (Aspeknas) DIY kini telah memiliki Dewan Perwakilan Cabang (DPC) di 5 kabupaten/kota. Melengkapi kepengurusan, DPC Aspeknas Kulon Progo dikukuhkan, Jumat (3/3/2023).
Seiring dengan dinamisnya regulasi yang digulirkan maka pelayanan sertifikasi kompetensi konstruksi menjadi bagian penting dalam upaya penyusunan percepatan sertifikasi kompetensi baik untuk ahli dan tenaga kerja, Aspeknas hadir mempermudah dalam pencapaian akan hal tersebut.
Ketua DPD Aspeknas DIY, Doso Winarno mengatakan keberadaan Aspeknas memberikan kemudahan dalam mendapatkan sertifikasi kompetensi, yakni suatu pengakuan terhadap tenaga kerja memiliki keterampilan dan pengetahuan serta sikap kerja sudah sesuai dengan standar kompetensi kerja yang telah dipersyaratkan.
“Dengan sertifikasi dapat memberikan kepastian jika tenaga kerja atau tenaga ahli konstruksi pemiliki sertifikat tersebut sudah terjamin akan kredibilitas kerjanya. Terutama saat melakukan suatu pekerjaan yang menjadi tugas serta tanggungjawabnya,” katanya.
Menurutnya, dalam menghadapi persaingan, salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan mengikuti Sertifikasi Profesi, yang mempunyai tujuan untuk memberikan spesialisasi profesi di Jasa Konstruksi. Saat seseorang memiliki Sertifikasi Profesi, maka menunjukan adanya suatu keahlian yang benar dimiliki.
“Sertifikat kompetensii memiliki banyak manfaat bagi tenaga kerja, tenaga ahli maupun perusahaan. Pada tenaga kerja atau ahli konstruksi, sertifikat kompetensi bisa menjadi sertifikat yang mampu meningkatkan daya saing di pasar kerja global. Selain itu, dapat juga meningkatkan kualitas dan produktivitas bagi pekerja. Semenetara bagi perusahaan, sertifikat kompetensi mempunyai manfaat dalam melakukan proses rekrutmen dan seleksi personil, serta memudahkan penempatan dan penugasan, dan memudahkan pengaturan pengembangan karir dan diklat,” jelasnya.
Aspeknas DIY terus mendorong agar dapat mengejar strategi terbukanya dan ketersediaan lapangan kerja dan berusaha. Bangun kualitas untuk menimbulkan kepercayaan Aspeknas DIY untuk meyakinkan mitra agar bergabung dengan ekosistem Aspeknas DIY, dengan kredibilitas adalah kuncinya.
Ketua DPC Aspeknas Kulonprogo, Fitroh Nurwijoyo Legowo mengatakan kolaborasi aliansi strategis adalah jenis kolaborasi antar perusahaan. Biasanya, kolaborasi ini menjanjikan dua atau tiga bisnis untuk menggabungkan upaya dan sumber daya demi mencapai tujuan tertentu.
“Jenis kolaborasi ini cukup baik karena setiap perusahaan biasanya memiliki keunggulan masing-masing yang mampu melengkapi kekurangan satu sama lain,” tutur Fitroh.
Semakin banyak pihak yang terlibat dalam suatu kolaborasi, maka permasalahan yang dihadapi akan semakin cepat diselesaikan karena banyaknya anggota yang ikut bekerja menyelesaikan masalah tersebut. Kolaborasi menghasilkan penyelesaian masalah yang cepat, tepat, dan tuntas.
“Percepatan ini bertujuan agar kegiatan pembangunan bidang konstruksi yang perputaran anggaran paling besar di Indonesia ini tidak berhenti dan dapat memberi peluang kerja serta usaha kepada semua orang,"ungkap dia.
Ajakan agar terjadinya kerja sama yang saling mengerti permasalahan satu sama lain dan berusaha memecahkan masalah secara bersama. Spesifiknya, kolaborasi adalah kerja sama yang intensif untuk mengatasi permasalahan kedua pihak secara bersamaan.
“Kolaborasi aliansi strategis adalah jenis kolaborasi antar perusahaan. Biasanya, kolaborasi ini menjanjikan dua atau tiga bisnis untuk menggabungkan upaya dan sumber daya demi mencapai tujuan tertentu. Jenis kolaborasi ini cukup baik karena setiap perusahaan biasanya memiliki keunggulan masing-masing yang mampu melengkapi kekurangan satu sama lain,” bebernya.
Semakin banyak pihak yang terlibat dalam suatu kolaborasi, maka permasalahan yang dihadapi akan semakin cepat diselesaikan karena banyaknya anggota yang ikut bekerja menyelesaikan masalah tersebut. Kolaborasi menghasilkan penyelesaian masalah yang cepat, tepat, dan tuntas.
Susunan pengurus DPC Aspeknas Kulon Progo, Ketua Fitroh Nurwijoyo Legowo, Sekretaris Ida Bagus Kristiyanto dan Bendahara Indarto.
Hadir dalam kesempatan tersebut Ketua DPRD Kabupaten Kulon Progo Ponimin Budi Hartono dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kulon Progo Amri Rosyadi Rozian. (Opo)
