Yogyayapos.com (BANTUL) - Anak yatim maupun piatu merupakan warga dan aset Bantul, namun belum kesemuanya berkesempatan mendapatkan atensi memadai dari Pemerintah dan pihak-pihak lain.
“Artinya, diantara mereka, hanya sebagian yang beruntung telah memperoleh atensi,” kata Lurah Timbulharjo Sewon Bantul, Anif Arlham Haibar, disela pelaksanaan pemberian santunan anak yatim dari Pemkab Bantul, di Kantor Kalurahan setempat, Selasa (8/7/2025).
BACA JUGA: Gerakan Layanan Adminduk di Hari Libur, Begini Penjelasannya
Anif menyatakan, pemberdayaan kesejahteraan anak yatim/piatu di Bantul perlu ditingkatkan secara maksimal. Mereka wajib diupayakan memeroleh kesempatan dan kesejahteraan yang layak sebagaimana kebanyakan masyarakat
Sejumlah anak yatim di Timbulharjo foto bersama Wabup Bantul || YP-Supardi
Di Timbulharjo misalnya, jumlah mereka mencapai sekitar 130 anak. Namun yang hari ini mendapatkan bingkisan dari Pemkab Bantul hanya sekitar 30 anak. Ini memang ada alasannya yaitu keterbatasan ketersediasn APBD Bantul.
BACA JUGA: Pemkab Bantul Peduli Anak Yatim, Salurkan 2.650 Bingkisan
"Kondisi seperti ini, maka diperlukan adanya atensi pihak non pemerintah termasuk perorangan atau perusahaan swasta dan ormas. Saya dan Pemerintah Kalurahan Timbulharjo beberapa kali telah memberikan santunan,” jelasnya.
Sementara itu, Suradiono (52) dan Jono (50) keduanya bapak dari anak yatim, mengungkapkan gerakan perhatian kepada anak yatim merupakan kebahagian bagi penerima.
"Kami juga mengharapkan perhatian kepada anak yatim dapat ditingkatkan oleh pihak menapun,” tutur Suradiono.
BACA JUGA: Lakalantas Pembunuh Tertinggi di Bantul, Kapolres Berpesan Begini
Pada kesempatan sama, anak yatim asal Timbulharjo, Rafi Safaat (13) mengaku pihaknya merasa gembira dengan adanya satunan.
Menurut Wabub Bantul Aris Suharyanto, meski Bantul mengalami keterbatasan anggaran namun tetap memberikan santunan anak yatim kepada sebanyak 2.650 anak di tahun 2025. (Spd)
