Mas Yudi. Mau tanya kl ngedit tesis jadi tulisan yg enak dibaca tdk terlalu ilmiah kira2 honor berapa ya?
PESAN melalui WhatsApps masuk ke hand phone. Dia tahu aku lama di penerbitan. Sehingga tak aneh bila bertanya seperti itu. Diskusi ringan terjadi. Renyah, seperti model komunikasi dalam pergaulan yang dia lakukan. Itulah kenapa pergaulan Bagus Kurniawan, sosok ringan tangan ini, menjadi lintas bidang dan kalangan.
Satu almamater di Jurusan Sejarah FS UGM, Bagus tercatat sebagai Angkatan 1988. Di kampus pernah terpilih sebagai Ketua Badan Keluarga Mahasiswa Sejarah (BKMS). Menjadi pengurus organisasi mahasiswa saat itu jelas sebuah peran yang tak bisa diabaikan. Ramah pada teman, hormat pada senior dan sayang pada adik angkatan. Gampangan dan entengan orangnya.
Peran itu bisa dengan mudah dibuktikan. Semua status media sosial teman-temannya yang sangat merasa kehilangan, begitu mewarnai tayangan hari ini. Sebuah pengakuan yang tak mengada-ada mengingat keikhlasan Bagus dalam melakukan kerja budaya. Bisa jadi itu model mahasiswa "Universitas Gelanggang", sebuah sebutan untuk tempat berkumpulnya para aktivis di Gelanggang Mahasiswa UGM.
Tak berlebihan pula jika Romo Sindhunata sangat merasa kehilangan. Saat memberi sambutan mewakili para pelayat di rumah duka Bangunjiwo Bantul Sabtu (3/6/2023), beliau jujur bersaksi bahwa Bagus adalah sosok yang suka membantu kerja-kerja sosial.
“Bagus adalah sejarawan, wartawan, dan salah seorang pendiri Pewarta Foto Indonesia. Dia dikenal di berbagai kalangan mulai basket sampai tosan aji karena kecintaannya pada budaya Jawa,” katanya.
Selepas kuliah di Jurusan Sejarah FS UGM, Bagus sempat menjadi jurnalis Bernas, Detik.com (2000-2019) hingga menjadi Kepala Biro Jateng DIY, dosen, juri, dan praktisi keris serta tosan aji. Nalurinya sebagai seorang sejarawan tak pernah hilang hingga sering menjadi rujukan para jurnalis yunior apalagi terkait sejarah periode Mataram dan Yogyakarta.
Hampir setahun Bagus Kurniawan menderita sakit. Beberapa kali masuk rumah sakit. Bagus meninggal dunia di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Yogyakarta, Sabtu 3 Juni 2023 pukul 09.50 WIB. Meninggalkan seorang istri dan dua orang anak. Jenazah disemayamkan di Dusun Lemahdadi Bangunjiwo Kasihan Bantul dan sorenya dimakamkan di pemakaman Taji, Pugeran, Yogyakarta.
Baik di rumah duka maupun di pemakaman terlihat dengan jelas bagaimana relasi dan hubungan sosial Bagus Kurniawan. Mulai aktivis, wartawan, akademisi, sampai pengurus olahraga dan pejabat. Karangan bunga juga berdatangan dari para wakil rakyat.
Selamat jalan Kang Bagus Kurniawan. Semoga sejarah yang kau jangkah memberikan tuah dan faedah. Aamiin. (Wahjudi Djaja (Ketum Keluarga Alumni Sejarah Universitas Gadjah Mada)
