Yogyapos.com (SLEMAN) - Tampil di hadapan 100 personel jajaran pengurus Partai Gerindra se Kabupaten Sleman, Dr Najib Gisymar SH MHum tampak piawai menguasai persoalan-persoalan detail masyarakat secara solutif.
Itu terjadi dalam acara Perkenalan Balon Bupati Sleman dan Sosialisasi PKPU Nomor 15 Tahun 2019 yang diselenggarakan DPC Partai Gerindra Sleman, di Hotel Prima SR, Minggu (22/12/2019) siang. Najib tampak begitu akrab dengan audiens, mampu menjawab seluruh pertanyaan secara detail. Tak ada kesan nervous.
“Pak Najib memaparkan visi dan misi yang wah, tapi kami ragu giliran nanti jadi bupati ternyata wehh..” tukas seorang auidens.
Mendapat sentilan begitu, balon bupati yang secara resmi telah mendaftar ke Partai Gerindra ini langsung melempar senyum. Sejurus kemudian menyatakan menyambut keraguan audiens tersebut dengan pernyataan kesiapannya untuk selalu diingatkan.
“Terimakasih. Visi dan misi saya ini sudah melalui pendekatan empiris dan kajian teoritis demi terwujudnya masyarakat Sleman yang lebih sejahtera, lestari, enerjik, mandiri, aman dan nguwongke,” ujar balon bupati yang juga advokat senior ini.
Najib menyatakan siap mengimplementasi era industri 4.0 dalam tata kelola Pemerintahan Kabupaten Sleman yang lebih efektif dan efisien. Bagaimana visi ini bisa diimplementasikan? Tentu dengan meningkatkan dukungan terhadap industri mikro, kecil dan menengah sehingga menaikkan tingkat kesejahteraan masyarakat dan dapat menekan laju pertumbuhan kemiskinan. “Kita wajib meningkatkan pula dukungan terhadap hak semua lapisan masyarakat usia sekolah memperoleh pendidikan yang berkualitas. Meningkatkan dukungan kemudahan pelayanan kesehatan, serta dukungan terhadap sektor pertanian, peternakan, perikanan menuju kemandirian ekonomi,” papar anak didik mantan Hakim Agung Artidjo Alkotsar SH.
Sleman ke depan, lanjutnya, harus bisa dipastikan tata kelolanya terhadap sumber daya alam yang berbasis peningkatan konservasi dan kelangsungan sumber daya alam jangka panjang. Wajib ditingkatkan dukungan terhadap aksebilitas masyarakat difabel terhadap semua aspek pelayanan masyarakat. Demikian pula dilakukan terhadap pelaku seni dan budaya sehingga menjadi bagian dari pelestari karya-karya adiluhung dan kreasi seni kontemporer secara beriringan tanpa melenyapkan satu sama lain.
Tak kalah pentingnya adalah peningkatan dukungan terciptanya sinergitas pelaku pariwisata sehingga mampu memberi kenyamanan dan tingkat tinggal yang lebih lama bagi wisatawan. Demikian pula peningkatan semua pelayanan masyarakat berbasis internet. “Semua ini ideal dan bisa terwujud manajemen kepemimpinan merangkul segenap lemen masyarakat,” tegas
Lalu lintas dialog penyampaian visi dan misi ini cukup menarik. Bahkan pada ssuatu sesi pertanyaan mengerucut, berikut jawabannya (solusi) yang tak terduga. Misalnya solusi mengenai pengadaan ambulan di setiap kantor desa tanpa anggaran dari pemerintah melainkan dengan cara menjalin kemitraan. Selain itu pengadaan Puskesmas Pratama setingkat di bawah Rumah Sakit.
Di sisi lain agar terserap program-program tersebut, Najib menyatakan kesediannya melakukan koordinasi periodik dengan cara turun langsung atau turun bawah (turba) ke 120 dusun. “Metodenya harus kita balik. Bukan aparat desa yang diundang ke kantor bupati, tapi bupati yang secara periodik turun langsung ke dusun-dusun menyerap aspirasi untuk kemudian dimplementasikan,” pungkas alumnus FH UII. (Met)
