Bangun Jembatan, Lurah Tridadi Bangkitkan Jiwa Kemandirian

share on:
Lurah Tridadi dan Dr. Aris Arif Mundayat meninjau jembatan wisata Kedung Aren || YP-Wahjudi Djaja

Yogyapos.com (SLEMAN) - Kemandirian bukanlah unsur keturunan. Ia harus dilatih, difasilitasi dan dikembangkan. Mengangkat potensi dan mengelolanya menjadi faktor produksi merupakan kunci. Dengan sinergi dan kolaborasi, maka desa bisa lebih berdaya dan mandiri.

BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-mardani-h-maming-divonis-10-tahun-penjara-masih-jabat-bendahara-umum-non-aktif-pb-nu-9686

Demikian simpulan diskusi para pelaku UMKM, pengelola Desa Wisata Kedung Aren (Dewi Keren) Dukuh Pisangan Tridadi Sleman dan penamping di tepi Kali Sempor, Sabtu (11/2/2023). Hadir dalam diskusi Lurah Tridadi Sri Hartati, pakar sistem ekonomi gotong royong (SEGORO) Dr Aris Arif Mundayat, Wahjudi Djaja SS MPd (Pokja Ketahanan Ekonomi Badan Kesbangpol DIY) tokoh masyarakat Heri Handaka dan Dukuh Pisangan Yantana.

BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-fpb-ziarah-ke-pusara-jurnalis-korban-pembunuhan-udin-di-trirenggo-9676

“Kami ingin di setiap padukuhan memiliki produk unggulan yang dikelola UMKM maupun KWT. Ini menjadi program kami agar kemandirian bisa diwujudkan. Olah karena itu, mari terus tumbuhkan jiwa-jiwa wirausaha dengan tekun. Menjadi tugas kami untuk memfasilitasi dan menjembatani,” tandas Hartati.

Sementara itu, Aris Mundayat menekankan pentingnya kelembagaan yang kuat dan menerapkan manajemen modern yang bertanggung jawab sehingga bisa berkontribusi nyata bagi Kalurahan Tridadi.

BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-dugaan-suap-hakim-agung-sudrajad-dimyati-segera-disidangkan-9678

“Lembaga menjadi unsur penting saat kita menggerakkan jiwa entrepreneur atau kewirausahaan. Semua potensi harus diwadahi, dikelola dan dikembangkan agar semakin besar dan kuat. Semangatnya gotong royong dan saling memperkuat, jangan justru saling bersaing untuk mengalahkan karena ini akan menjadi andalan Tridadi di masa depan. Seperti gurita, kepalanya besar ditopang dengan tentakel yang berfungsi sebagai kaki. KWT dan UMKM di padusunan inilah yang berfungsi sebagai kaki,” jelasnya.

BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-dua-perempuan-berdamai-berkat-restorative-justice-kejari-sleman-9681

Sedangkan Wahjudi Djaja menambahkan, ada peluang besar bagi pengembangan potensi KWT dan UMKM Dusun Pisangan. Untuk membuat desa mandiri dalam konteks keistimewaan Yogyakarta, ada empat pilar yang harus dibuat dan digerakkan, yakni Desa Wisata, Desa Budaya, Desa Prima dan Desa Preneur. Potensi Pisangan dan Tridadi dengan KWT dan UMKM sangat memungkinkan untuk membuat Desa Preneur.

“Dengan dukungan pemerintah Kalurahan Tridadi dan jaringan usaha, kita berharap Tridadi memelopori gerakan kemandirian desa berbasis padusunan,” pungkasnya.

BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-dua-perempuan-berdamai-berkat-restorative-justice-kejari-sleman-9681

Selepas diskusi dilanjutkan dengan meninjau pembuatan jembatan Kali Sempor di kawasan Kedung Aren yang memasuki tahap akhir. Jembatan yang dibangun itu tidak saja mampu membuka akses tetapi juga menghubungkan Dusun Pisangan dengan rencana destinasi dan laboratorium pisang yang menjadi branding Dusun Pisangan. (Iud)

 


share on: