'Batikku Afif Syakur' Memotret Perjalanan Desainer Asal Pekalongan

share on:
Afif Syakur didampingi GKR Hemas dan Gusti Putri secara simbolis memberikan buku kepada tamu undangan || YP-Fadholy

Yogyapos.com (SLEMAN) - Sudah tiga dekade desainer kenamaan Afif Syakur bergelut di dunia fashion batik. Tepat diusianya yang ke 55 tahun, desainer asal Pekalongan ini melaunching buku ‘Batikku Afif Syakur’. Buku setebal 310 halaman ini menunjukkan kematangan dan kecakapan Afif Syakur sebagai seorang desainer yang fokus di batik.

Acara launching buku tersebut dihelat di Pendopo Royal Ambarrukmo, Sleman, Selasa (2/12/2020) ini dihadiri GKR Hemas, GKR Condro Kirono, GKR Bendara, Gusti Putri, Kadispar DIY Singgih Raharjo, Kadinkop DIY Nurkyastiwi, GM Royal Ambarrukmo Herman Courbois serta sejumlah relasi dan kolega.

Gubernur DIY Sri Sultan HB X dalam pengantarnya menjelaskan jika batik sarat akan nilai adiuluhung yang layak dilestarikan dan memiliki Javanese Values. Akulturasi budaya dan filosofi juga kerap dibubuhkan dalam karya batik tersebut.

“Saya pun menyambut baik pelunucuran buku ini sebagai tambahan referensi bagi khalayak luas. Ada sisipan seni lukis yang kaya akan ragam warna. Semoga buku ini bias mengilhami dan menginspirasi para anak muda untuk tidak letih dalam berkarya dan berkreatifitas. Sukses selalu buat Afif Syakur,” terang Sultan HB X.

Sementara GKR Hemas menilai jika batik yang dibuat Afif Syakur sangat ikonik dan memiliki ciri khas. “Materialnya kain sutera ATBM (Alat Tenun Bukan Mesin). Motifnya perpaduan unsur Yogya dan Pekalongan. Untuk pemilihan warna cenderung ke warna sogan yang menawarkan nilak eksotik. Dengan peluncuran buku ini semakin memperkaya wawasan kita akan batik yang menjadi karya luhur Bangsa. Selamat untuk Mas Afif,” ujar GKR Hemas dalam sambutannya.

Afif Syakur kepada yogyapos.com mengatakan, proses awal pembuatan buku ini hampir 2 tahun lalu. Dan akhirnya bisa dilaunching. “Merangkum bahan referensi, wawancara dengan narasumber, revisi, hingga akhirnya fix diterbitkan oleh Paguyuban Pecinta Batik Indonesia (PPBI) Sekar Jagad. Buku ini pun tak luput dari kekurangan. Saya juga mengucapkan kepada seluruh pihak yang telah membantu, mensuport dan memberi kontribusi. Selamat menikmati setiap larik katanya,” ungkap Owner Apip’s Batik.

Dalam kesempatan tersebut, hasil penjualan buku 50 persennya disumbangkan ke panti Asuhan Sayap Ibu. Ada juga sesi lelang 8 jenis batik karya Afif Syakur. GKR Hemas mendapatkan Sutera ATBM nitik parang. GKR Condro Kirono memperoleh katun lereng nitik campursari. Dan Gusti Putri memboyong katun batik masa pendemi. (Fadholy)

 

 

 

 


share on: