Yogyapos.com (YOGYA) - Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi (BBPPMPV) Seni dan Budaya, baru saja melaksanakan Rapat Koordinasi dan Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan 23 Dunia Usaha/Dunia Industri (DUDI) bidang seni Industri pada 2-4 Juni 2022, di Hotel Grand Rohan Yogyakarta.
Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka mengimplementasikan konsep Link and Match untuk meningkatkan mutu pendidikan vokasi di Bidang Seni dan Industri Kreatif.

Kepala BBPPMPV Seni dan Budaya, Dr Dra Sarjilah MPd usai menbuka acara ini menyatakan, pelibatan secara nyata pihak dunia usaha dan dunia industri dalam peningkatan mutu pendidikan vokasi menjadi hal mutlak harus dilakukan, agar penyelenggaraan pendidikan vokasi (SMK, Perguruan Tinggi Vokasi, dan Lembaga Kursus) dapat selaras dengan kebutuhan kerja yang nyata.
Dalam kegiatan ini juga dilakukan diskusi dan penyelarasan kurikulum pelatihan yang telah disusun oleh BBPPMPV Seni dan Budaya bersama dengan pihak DUDI yang hadir. Acara dihadiri 23 perwakilan DUDI, diantaranya Maestro Seni Tari Didik Nini Towok dari Sanggar Seni Tari Natya Laksita, Perupa Putu Sutawijaya dari Sangkring Art Space, Arifmon SE MH, Direktur PT Pegadaian Gallery 24 Jakarta, Salim Silver, Radio Geronimo, dan 18 DUDI lainnya.
Menurut Didik Nini Thowok, kegiatan semacam ini sangat penting sebagai ajang komunikasi antara BBPPMPV Seni dan Budaya dengan pihak Dunia Usaha/Dunia Industri, agar program-program yang berkaitan dengan upaya peningkatan penyelenggaraan pendidikan vokasi bisa selaras dengan perkembangan dan kebutuhan dunia kerja.

Sementara itu Arifmon dari PT Pegadaian Gallery 24 Jakarta yang memiliki usaha bidang produksi perhiasan emas dan telah banyak memberikan bantuan peralatan praktik di 9 SMK yang membuka Konsentrasi Keahlian Kriya Logam dan Perhiasan, menyampaikan bahwa perusahaannya membuka diri untuk berpartisipasi dalam mewujudkan Link and Match dengan SMK maupun satuan pendidikan Vokasi lainnya. Selama ini Perusahannya aktif menerima magang siswa dan memberikan pelatihan kepada para guru kejuruan khususnya guru kriya logam.
Koordinator Pengembangan dan Kemitraan BBPPMPV Seni dan Budaya, Sigit Purnomo MPd selaku penanggungjawab kegiatan menyampaikan bahwa paradigma peningkatan mutu pendidikan vokasi saat ini harus benar-benar berorientasi pada kebutuhan dunia usaha dan dunia industri secara nyata. Pelibatan pihak dunia usaha dalam penyelenggaraan pendidikan vokasi harus lebih banyak dilakukan, agar konten dan proses penyelenggaraan pendidikan sesuai dengan perkembangan dunia kerja yang kekinian.
Implementasi MoU yang telah ditandangani bersama akan langsung diwujudkan mulai tanggal17 Juni 2022 dalam bentuk kegiatan pelatihan pendidik vokasi bidang seni dan industri kreatif, magang guru ke Industri, dan dan sertifikasi kompetensi bagi pendidik vokasi. Kerjasama ini bersifat berkelanjutan, dan ke depan akan dilakukan evaluasi bersama sebagia bentuk refleksi agar kerjasama menjadi lebih baik. (Ggn)
