Bedah Buku 'Writing, Yes I Can', Trisni: Menulis Harus Didukung Kegemaran Membaca

share on:
Sebagian peserta foto bersama usai mengikuti bedah buku 'Writing, Yes I Can' di Aula sasana Widya Parwa Bantul, Selasa (10/12/2019) || YP/Mufti

Yogyapos.com (BANTUL) - Membaca merupakan sebuah kewajiban bagi seorang penulis. Apalagi pustakawan seharusnya menulis bukanlah sebuah kegiatan yang asing. Namun umumnya sering dialami ketika akan memulai menulis adalah munculnya rasa malas, mood tidak bagus, tak ada inspirasi, serta kesulitan memulainya. Faktor ini jadi penyebab seseorang mandeg menghasilkan tulisan.

Hal itu disampaikan Trisni Setya NS, penulis buku ‘Writing, Yes I Can’ di depan para pustakawan tergabung dalam komunitas Ajang Kreasi Pustakawan Bantul Menulis (Annelis), pada acara Ngobis (Ngobrol Sambil Nulis) dengan agenda utama launching dan bedah buku, Selasa (10/12/2019) siang di Aula Sasana Widya Parwa, Perpustakaan Daerah Bantul.

Dia menuturkan, menulis memang harus diawali dengan membaca. Baik membaca buku atau sumber-sumber informasi lainnya.

“Membaca dimaksudkan untuk memperkaya kosa kata kita sehingga sebuah tulisan dapat dihasilkan,” ujarnya.

Buku Writing, Yes I Can, jelas Trisni, merupakan karya ketiganya. Hasil dari pengalamannya di dunia menulis buku. Buku ini memuat beberapa hal sederhana dapat dilakukan bagi pemula yang baru mulai menekuni dunia menulis. Diantaranya ialah dengan membangun impian, membuat satu pilihan, menciptakan imajinasi  (mengaktifkan otak kanan), mengubah mindset. Disamping itu harus hobi membaca, menciptakan mood, lalu action (mulai menulis).

“Namun lebih penting lagi harus ada action atau dipraktekkan setiap hari meskihanya lima menit,” katanya.

Dia mengungkapkan, dirinya menekuni dunia menulis ini awalnya terinspirasi dari membaca majalah dan cerpen karya Zara Zettira saat di SMA dulu. Itu terus berlanjut sampai dirinya menghasilkan beberapa karya sekarang.

Selain dibedah menurut sudut pandang penulis, Writing, Yes I Can pun dibedah oleh  Liana Safitri, seorang penulis muda yang telah menghasilkan sejumlah karya. Menurut dia, buku karyaTrisni Setya NS ini berisi motivasi untuk menghasilkan karya berwujud tulisan. Semangat luar biasa dari penulisnya dapat ditemukan apabila tuntas membacanya. Penulis berusaha membagikan ilmu maupun pengalaman menulisnya melalui buku ini kepada para pembaca.

“Sayangnya layout, tampilan buku kurang menyala (ngejreng), dan tulisan terlalu rapat,” terangnya menunjukkan beberapa poin.

Sementara di akhir acara, Trisni menambahkan bekal untuk para peserta didominasi pustakawan sekolah tentang bagaimana menghasilkan sebuah karyabagi pemula. Hal yang harus dilakukan adalah menyiapkan data dengan cara merekam sumber informasi apabila tulisan berupa artikel. Kemudian menetapkan target dan tujuan menulis, menentukan waktu, serta focus terhadap tujuan.

“Selain itu tentu saja berkumpul dengan sesame hobi menulis dalam wadah komunitas,” pungkas penulis yang juga berprofesi sebagai pustakawan di SMA Negeri 1 Gamping Sleman.

Sebelumnya kegiatan dibukaoleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bantul. Dilanjutkan launching sekaligus penyerahan buku Writing, Yes I Can dari penulis kepada kepala dinas untuk koleksi perpustakaan. (Muf)


share on: