KENAIKAN harga BBM bersubsidi berdampak luas ke berbagai sektor. Pelaku UMKM hingga pertanian pun tak luput dari efek kebijakan Pemerintah tersebut.
Salah satunya dirasakan oleh Ny Margo Sarjinem (67) warga Padukuhan Jatirejo RT 03, Kalurahan Wukirsari, Kapanewon Imogiri Kabupaten Bantul dalam hal kenaikan tarif angkutan dan biaya tenaga kerja. Meski dampak tersebut dirasa sangat berat, tapi nenek perkasa ini tetap semangat, setiap hari menempuh perjalanan cukup panjang dan melelahkan menjajakan souvenir dagangannya.
Wanita yang keseharian berjualan makanan ringan dan souvernir keliling ini terpaksa harus merogoh lebih banyak pengeluaran dari pada waktu sebelumnya untuk membiayai transportasi dari kediamannya menuju ke lokasi dalam sehari bisa mencapai lebih kurang sebanyak Rp 50 ribu.
“Biasanya saya naik bus dari Imogiri hingga Terminal Giwangan hanya ditarik ongkos Rp 10.000, sejak ada kenaikan harga bahan bakar minyak, sekarang membayar Rp 15.000 ribu,” ungkap Margo saat ditemui yogyapos.com di area Pasar Rakyat Sleman di Denggung, Selasa (27/9/2022).
Belum lagi, ongkos angkutan dari Terminal Giwangan menuju ke Terminal Jombor lalu naik angkutan bus Trans dengan tarif
Rp 3.500 kemudian menggunakan angkutan bus engkel jurusan Jombor- Tempel dengan tarif Rp 5.000. Dagangan diperjualbelikan dimana ada keramaian seperti saat ini ada Pasar Rakyat atau pasar malam di kawasan Denggung Sleman.
“Barang dagangan ini merupakan milik orang lain, jika tidak laku saya dikembalikan lagi ke pemilik terdiri makanan ringan seperti ketela goreng, ramuan wedang uwuh dan souvernir wayang kulit. Jika laku seluruhnya bisa mencapai omzet kotor mencapai lebih dari Rp 1 juta, kalau biasanya penjualan mencapai sekitar Rp 200 ribu,” tuturnya.
Hal lain, yang dirasakan dalam bidang pertanian, sebelumnya dirinya membayar tenaga kerja untuk mengolah tanah atau bercocok tanam sebesar Rp 80 ribu per hari kerja, namun saat ini naik menjadi Rp 100 ribu.
BACA JUGA: https://www.yogyapos.com/berita-pkl-angkruksari-apresiasi-kinerja-bupati-1536
“Di kampung kan ada sedikit sawah yang bisa ditanam, itu ongkos tenaga kerjanya sekarang naik,” katanya.
Dirinya berharap kepada Pemerintah untuk dapat memfasilitasi dan membantu pedagang kecil seperti dirinya. “Semoga usaha kecil seperti saya mendapatkan perhatian dan kemudahan permodalan dari pemerintah,” harapnya. (Eko Purwono)
