Yogyapos.com (BANTUL) - Karena khawatir dan menduga prosedur rencana pembangunan Pasar Mbabrik Argorejo Sedayu Bantul tidak transparan, maka para pedagang pasar ini beraudensi ke DPRD Bantul, Selasa (6/10/2020).
Kehadiran belasan pedagang ini ditemui oleh Ketua dan anggota Ketua Komisi A DPRD Bantul Agus Salim beserta Jumakir, Anton Wahono dan Novi Sarhati anggota.
Juru bicara para pedagang, Susanto menyatakan para pedagang sudah selama 30 tahun berdagang di pasar Argorejo. Mereka dalam berdagang menyewa kios, melanjutkan (mewarisi) dari para orang tuanya yang juga sebagai pedagang.
“Kami menyambut positif akan dibagunnya pasar itu. Namun
diharapkan prosedur yang dilakukan oleh investor harus sesuai dengan ketentuan dan jelas,” ujar Susanto.
Harapannya, tambah Susanto, agar para pedagang bisa mendapatkan kejelasan. Sehingga tenang dan tidak resah serta bisa bekerja berdagang dengan tenang. Meski ada kemungkinan bahwa nantinya ada perubahan tarif sewa kios, bisa dilakukan negosiasi dan dan kesepakatan bersama antara pedagang bersama pihak yang berkopenten.
Para pedagang selama ini selalu membayar retribusi ke Pemerintah Desa Argorejo. Namun tiba-tiba pasar akan dibangun. Sedangkan prosedurnya patut dicurugai dan dikhawatirkan tidak sesuai dengan regulasi yang berlaku. Bahkan sosialisasinya juga tidak sesuai dan tidak matang.
“Selama ini para pedagang tidak punya pikiran negatif dan selalu berfikir positif. Kami menyambut baik saja terhadap akan dibagunnya pasar itu, namun harus sesuai prosedur,” katanya.
Susanto berharap DPRD Bantul mencermati masalah ini. Bila ada penyimpangan tolong bisa dihentikan. Dan bila bisa diperbaiki yaitu sesuai prosedurnya, dilanjutkan juga tidak masalah.
Menanggapi hal itu, Ketua Komisi A DPRD Bantul Agus Alim, menyatakan pihaknya menyambut baik dan siap menampung aspirasi pedagang. “Kami merencanakan akan mengambil langkah. Misalnya memanggil untuk mengklarifikasi Lurah Desa Argorejo dan Investor. Selain itu juga akan mempertemukan lurah, investor dan para pedagang untuk klarifikasi,” janji Agus.
Sedangkan Lurah Desa Argorejo, Ngadimi SH menyatakan siap hadir klarifikasi jika diundang DPRD Bantul. “Itu yang disampaikan oleh para pedagang merupakan dinamika. Saya siap klarifikasi,” ujarnya menjawab konfirmasi yogyapos.com melalui sambungan ponsel. (Supardi)
