Yogyapos.com (SLEMAN) - Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Nusantara se Jawa menggelar pertemuan di Kampus UIN Sunan Kalijaga (Suka) dan Asrama Haji Yogyakarta, Selasa-Rabu (3-4/3/2020).
Konsolidasi ini merupakan realisasi dari kesepakatan BEM se-Jawa saat pra temu BEM Nusantara yang berlangsung di Bandung tahun 2019. Acara diawali dengan Seminar Nasional.
Koordinator Daerah (Korda) BEM Nusantara DIY Ahmad Marzuki Toekan kepada yogyapos.com mengatakan, sebenarnya seminar tidak termasuk dalam agenda konsolidasi. Namun dihadirkan untuk mengantipasi paham-paham radikalisme yang masuk dalam kampus.
“Perlu adanya kajian tentang paham radikalisme tersebut. Terlepas dari isu nasional yang kita angkat. Internal di kampus perlu terlebih dahulu diperhatikan. Kamipun tegas, seluruh BEM di DIY menolak radikalisme. Lantaran mengganggu kedaulatan RI dan ideologi Pancasila,” ungkap Ahmad di sela acara.
Hal senada turut dilontarkan Korda BEM Nusantara se-Jawa, Cahya Nugraha yang menyatakan penolakan terhadap radikalisme. Menurutnya radikalisme dapat menjadi faktor penyebab perpecahan.
“Kami tetap mengutamakan kebangsaan dan Pancasila sebagai kajian. Sebelum kami mengkritik tentang regulasi kebijakan pemerintah,” paparnya.
Konsolidasi BEM Nusantara se-Jawa ini menjadi wadah tukar pendapat, berbagi informasi dan saling sharing dengan pokok bahasan radikalisme dan solusi yang dikedepankan.
Wakil Rektor 3 Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama UIN Sunan Kalijaga Dr H Waryono MAg dalam sambutannya mengatakan, suasana aman dan nyaman akan menghasilkan konsolidasi yang positif dan konstruktif. “Saya selaku pimpinan UIN Sunan Kalijaga mengucapkan terima kasih. Terutama kepada Korda BEM Nusantara se-Jawa yang mempercayakan pertemuan ini di UIN Sunan Kalijaga,” ujarnya. (Dol)
a
