Yogyapos.com (SLEMAN) - Keterlibatan masyarakat merupakan modal sosial yang amat berharga dalam menggerakkan pembangunan. Dengan mengangkat potensi yang dimiliki tiap padukuhan, maka kesejahteraan warga masyarakat bisa lebih mudah ditingkatkan dan kemandirian desa bisa lebih cepat diwujudkan.
Demikian benang merah sarasehan yang diadakan pengelola Desa Wisata Kedung Aren (Dewi Keren) Pisangan, Tridadi Sleman, di area destinasi setempat, Sabtu (27/5/2023). Hadir Lurah Tridadi Hj Sri Hartati SPi, Aris Arif Mundayat PhD (narasumber), Dukuh Pisangan, perwakilan KWT, Karang Taruna dan pendamping wisata.
Dalam pengantarnya Sri Hartati menyampaikan keinginannya agar masing-masing padukuhan memiliki keunggulan untuk mendukung kemandirian. “Itulah sebabnya kami mempunyai program Sadu Saku, yaitu satu dukuh satu keunggulan. Ini kami gerakkan untuk merangsang munculnya inovasi agar segala potensi yang dimiliki tiap padukuhan bisa lebih diberdayakan dan memberi nilai tambah bagi warganya”, tandasnya.
Sementara itu pakar sosiopreneur Aris Arif Mundayat PhD menekankan pentingnya tiap padukuhan saling topang dalam memenuhi kebutuhan maupun dalam kerangka penjualan produk khas padukuhan.
“Asalkan masing-masing produsen di padukuhan mau melakukan aliansi, dalam skala usaha justru akan saling mengisi dan memperkuat. Prinsipnya adalah gotong royong. Jangan sampai yang muncul justru persaingan di internal karena justru akan melemahkan satu sama lain,” jelasnya.
Misalnya dalam pengembangan destinasi di Kedung Aren, lanjutnya, ini harus kita orientasikan sebagai pintu utama bagi semua jenis usaha UMKM, KWT maupun Gapoktan.
Lurah Tridadi didampingi Dukuh Pisangan dan narasumber meninjau pengembangan desa wisata || YP-Ist
“Untuk itulah kita perlu secepatnya menyamakan visi dan langkah agar tidak kehilangan momentum. Kami lihat potensi yang dimiliki Pisangan lebih dari cukup untuk dijadikan destinasi dengan ditopang UMKM dan KWT,” tandas dosen UNS ini.
Sedangkan Wahjudi Djaja SS MPd dari Badan Promosi Pariwisata Sleman (BPPS) selaku Pendamping Wisata mengingatkan pentingnya mengetahui positioning Desa Wisata Kedung Aren.
“Dari tapal batas Kali Krasak sampai pusat pemerintahan Kabupaten Sleman, tak ada satu pun destinasi yang bisa dijadikan alternatif wisatawan dari Borobudur sebagai transit sebelum masuk Yogyakarta. Ini baru salah satu keunggulan Dewi Keren,” ujarf Dewi, yakin.
Lebih jauh disampaikan, seandainya Dewi Keren yang terletak di tepi Jalan Magelang dengan lanskap berupa terasiring yang indah dengan view Gunung Merapi ini didirikan cottage maupun home stay kelas premium, bukan tidak mungkin akan menjadi prioritas kunjungan wisatawan.
“Kita bisa belajar dari Desa Panglipuran di Bali. Apalagi Dukuh Pisangan didukung dengan produktivitas KWT dan UMKM yang telah mampu membuat beragam olahan dari pohon pisang, ini akan dengan cepat menggerakkan perekonomian dan menarik kunjungan wisatawan,” pungkasnya.
Setelah sarasehan dilanjutkan dengan diskusi dan meninjau kawasan sepanjang bantaran Kali Sempor yang rencananya mau dijadikan destinasi alternatif. Rencananya pada pertengahan bulan Juni 2023 Kalurahan Tridadi akan dinilai oleh Tim Juri Kalurahan Inovatif dari Kabupaten Sleman. (Iud)
