Yogyapos.com (JAKARTA) - Menandai dibukanya Musim 1 secara nasional, Campus League Kompetisi Basket Regional Surabaya akan dilangsungkan pada 22–29 April 2026 di GOR Basket Universitas Negeri Surabaya (Unesa). Sebanyak 16 tim putra dan 8 tim putri dari 17 perguruan tinggi siap berlaga.
BACA JUGA: Imigrasi yang Berdaulat: Menjaga Gerbang, Mengelola Peradaban
Menariknya, kompetisi ini tidak hanya diikuti oleh kampus lokal asal Surabaya dan Malang, tetapi juga menarik partisipasi kampus dari luar Pulau Jawa, yakni Universitas Cenderawasih (Uncen) Jayapura dan Universitas Ciputra Makassar (UCM).
Pada sistem penyisihan, sektor putra telah terbagi menjadi empat grup, sementara sektor putri terbagi menjadi dua grup. Pertarungan sengit diprediksi akan terjadi sejak awal kompetisi, salah satunya di Grup D kategori putra yang mempertemukan tim unggulan Universitas Surabaya (Ubaya), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), dan Universitas Katolik Darma Cendika. Sementara itu, Uncen akan berada di Grup A bersama tim debutan Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS), Universitas Airlangga (Unair), dan Universitas Ciputra Surabaya (UCS).
BACA JUGA: Campus League Diluncurkan, Hadirkan Sistem Baru bagi Masa Depan Atlet Mahasiswa di Indonesia
"Kami memiliki ambisi besar untuk menjuarai The National. Oleh karena itu, di Regional Surabaya ini kami akan berjuang maksimal untuk meraih posisi pertama," tegas Adhika Putra Wicaksono, ofisial tim basket Ubaya, usai pengundian grup di GOR Basket Unesa, Rabu (15/4).
BACA JUGA: Tim Dosen UAJY Wujudkan Program Living Lab Melalui Hibah Bestari Saintek
Di sektor putri, tuan rumah Unesa tergabung dalam Grup F yang berisi tim-tim kuat asal Surabaya, yakni Ubaya, ITS, dan Unair. “Tentu ada kewaspadaan tersendiri karena kami berada di grup yang kompetitif bersama tim-tim unggulan,” ungkap pemain Unesa, Aisya Nayla Bihesti Zewar.
BACA JUGA: Joglo Singodikoro Kini Dilengkapi Pusaka Gamelan Legendaris Milik Lurah Margorejo
Berbeda dengan Grup F, Grup E justru menjadi arena persaingan tim-tim putri asal Malang. Universitas Brawijaya (UB), tim debutan Universitas Ma Chung (UMC), dan Universitas Negeri Malang (UM) akan bersaing ketat dengan UCM yang menjadi satu-satunya perwakilan dari Makassar.
BACA JUGA: Jaga Desa Terintegrasi Siskeudes, Kejaksaan Perkuat Pengawasan Dana Desa Real Time
Head of Competition Campus League, Dave Leopold, menjelaskan pada Musim 1 terdapat pembaruan regulasi dengan mengizinkan setiap tim untuk mendaftarkan satu pemain profesional dan satu pemain asing. Kebijakan ini bertujuan untuk memberikan menit bermain (minute play) yang lebih memadai bagi para pemain.
BACA JUGA: Imigrasi yang Berdaulat: Menjaga Gerbang, Mengelola Peradaban
“Di usia mahasiswa, pemain profesional sering kali memiliki menit bermain yang minim di klubnya. Sesuai arahan dari Perbasi, kami membolehkan setiap tim menggunakan satu pemain pro. Terlebih jika pemain tersebut menerima beasiswa jalur prestasi dari kampusnya, sudah selayaknya ia diberi wadah untuk membela almamaternya,” jelas Dave, di Jakarta.
BACA JUGA: Ada Mayat di Saluran Irigasi Dusun Ngawen Harjobinangun Sleman
Terkait pemain asing, Dave menegaskan bahwa pemain tersebut harus berstatus mahasiswa reguler waktu penuh (full-time), bukan sekadar peserta pertukaran mahasiswa, serta wajib memenuhi seluruh persyaratan administrasi termasuk kelengkapan izin tinggal.
Penerapan Standar FIBA dan Pengawasan Perbasi
Kompetisi basket Campus League akan menggunakan sistem round-robin (setiap tim saling berhadapan) di fase penyisihan grup. Di sektor putra, hanya juara grup yang akan lolos ke semifinal. Sementara di sektor putri, juara grup dan runner-up berhak melaju ke babak empat besar melalui sistem gugur (knock-out).
BACA JUGA: Apel Siaga FRPRB, Panewu Ngaglik: Panggilan Kemanusiaanlah yang Menyatukan Relawan
Juara dan runner-up Regional Surabaya, baik putra maupun putri, akan mengantongi tiket ke fase puncak kompetisi, The National, yang dijadwalkan berlangsung di Jakarta pada 6–13 Juni 2026. Sang Juara Nasional nantinya akan mewakili perguruan tinggi Indonesia di ajang Asian University Basketball League 2027.
BACA JUGA: Kafilah Sleman Juara Umum MTQ DIY 2026
Pertandingan juga mengadopsi regulasi resmi FIBA, termasuk sistem waktu bersih 4x10 menit dan aturan jersey seragam (warna terang solid dan warna gelap). “Tim dengan jersey berwarna terang akan disebut pertama, diperlakukan sebagai ‘tuan rumah’, dan menempati sisi kiri lapangan. Setelan jersey atas dan bawah harus berwarna sama dan solid,” jelas Arnas Anggoro, wasit basket nasional dari Perbasi Jawa Timur.
BACA JUGA: Bupati Sleman Dorong Kolaborasi dan Kualitas Pedagang Pasar Godean
Perbasi secara langsung akan memantau jalannya kompetisi ini karena relevansinya dengan pembentukan talent pool untuk Tim Nasional. Oleh sebab itu, batas usia maksimal pemain yang diizinkan tampil adalah mahasiswa kelahiran tahun 2003.
Seluruh pertandingan basket Regional Surabaya akan disiarkan secara langsung melalui live streaming di kanal YouTube Campus League. Masyarakat juga dapat menyaksikan pertandingan secara langsung di GOR Basket Unesa tanpa dipungut biaya. (*)
