Yogyapos.com (BANTUL) - Skill sangat dibutuhkan oleh seseorang bahkan semua orang sebagai modal dasar dalam mencapai kesuksesan. Itulah yang diyakini dan dilakukan oleh Bima Sepiawan (29), warga Mancingan Parangtritsi Kretek Kabupaten Bantul dalam menikmati hobinya sekaligus sebagai lapangan pekerjaan yang cukup menguntungkan.
Pria asli Mancingan ini, mengungkapkan dirinya bertekad memasyarakatkan bodyboarding (bermain surfing) melalui bodyboard (papan surfing) buatanya, yang diraparasinya dan membuka layanan pelatihan permainan ini.
BACA JUGA: MES DIY dan KPw BI Gelar Audiensi, Fokus Pengembangan Ekonomi Syariah
“Benar Mas saya memang sebagai pemain surfing dan pembuat serta Oenservis papan surfing xengan bermotivasi mengiatkan dan memajukan bermain surfing di masyarakat,” tutur Bima disela bekerja memproduksi papan surfing di rumah produksi sekaligus tempat tinggalnya di Mancingan Bantul, Selasa (25/2).
Ia menjelaskan, sejak sekitar beberapa tahun lalundirinya sebagai pembuat dan penservis papan surfing dan sering bermain surfing bahkan pernah juara di sejumlah ivent competisi tentang bodyboarding.
Persiapan surfing || YP-Supardi
Bima mengaku, membuat satu papan surfing membutuhkan waktu sekitar 2 hingga tiga hari. Bahan bakunya untuk p3lembauatan papan adalah kayu yang berjenis ringan (cocok). Proses singkatnya kayu diukur dan dibentuk. Kemudian divariasi sedemikian rupa, diwarnai dengan menggunakan lembaran kain yang warnanya sesuai selera. Setelah selesai dibuat (kuat dan kering) alat itu dapat digunakan untuk bodyboarding di laut.
BACA JUGA: Spill Fitur Galaxy Tab S10 Ultra untuk Work Life Balance Efektif
“Memang bahan baku kayu saya terpaksa mendatangkan dari luar DIY. Namun produk saya juga banyak yang dipasarkan dan digunakan di luar Jawa. Kalau harga papan surfing Rp 3.500.000 hingga Rp 6.000.000 per item atau tergantung jenis, kualitas dan ukurannya,” katanya.
Apakah saat ini Bima membina anak-anak bermain surfing, ia membenarkan. Kini ada beberapa kelompok dan puluhan anak yang dilatihnya. Pada umumnya mereka bersemanamgat berlatih. Ini membuktikan bahwa bermain surfing semakin diminati.
BACA JUGA: Dihadiri Kasrem, Beragam Tosan Aji dan Bonsai Dipamerkan di Mandala Krida
“Ilmu saya sebenarnya saya peroleh saat ikut di disejumlah tempat pembuatan papan surfing di bali saat merantau. Ahirnya setelah memndapatkan keterampilan tentang ini kembali lagi ke kampung halaman di Mancingan Bantul dan menekuni pekerjaan ini,” pungkasnya. (Spd)
