BPJS Ketenagakerjaan Sleman Capai 34,53 persen, Tertinggi di DIY

share on:

Yogyapos.com (SLEMAN) - Pemerintah Kabupaten Sleman bersama BPJS Ketenagakerjaan menggelar Forum Universal Coverage Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (UCJ) Semester I (Triwulan II) Tahun 2026, di The Alana Yogyakarta Hotel, Ngagilk, Selasa (21/7/2026).

BACA JUGA: Digitalisasi dan Standarisasi, Kunci UMKM Sleman Menuju Kelas Dunia

Hadir pada acara tersebut Wakil Bupati Sleman, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Sleman, Sekda Sleman, kepala OPD terkait, dan stakeholder lainnya.

Forum komunikasi rutin triwulanan ini diselenggarakan sebagai langkah monitoring dan evaluasi guna memacu peningkatan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi seluruh pekerja di wilayah Kabupaten Sleman.

BACA JUGA: Menaker: Data Sensus Ekonomi 2026 Perkuat Penyusunan Kebijakan Ketenagakerjaan

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Sleman, Sony Eka Santana, menyampaikan bahwa Forum UCJ ini menjadi bentuk nyata pelaksanaan amanah pemerintah pusat kepada pemerintah daerah dan badan penyelenggara dalam mewujudkan UCJ. Menurutnya, Sleman menjadi daerah pertama di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang menginisiasi forum tersebut.

BACA JUGA: Audiensi ke Danrem, Pengurus Lestari Bumi Sembada presentasi Teknologi Pyronex II

"Forum UCJ ini merupakan inisiasi pertama di DIY, dan ada di Sleman. Kami berharap forum ini dapat diformalkan dan dibentuk secara resmi sebagai wadah komunikasi rutin dalam mengupayakan peningkatan cakupan kepesertaan," ujarnya.

Dilaporkan bahwa berdasarkan data per Juni 2026, tingkat kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan di Kabupaten Sleman terus menunjukkan tren positif. Capaian Kabupaten Sleman saat ini yakni 34,53%, naik dari triwulan I sebesar 33,98%. Ini menjadi capaian tertinggi di tingkat kabupaten se-DIY, dengan jumlah pekerja terlindungi sebanyak 195.000 pekerja dari total 566.865 pekerja.

BACA JUGA: Jelang Vonis Kasus Dugaan Sodomi Anak, Keluarga Korban Surati Presiden Prabowo

“Target 2026 dipatok sebesar 37% atau setara 209.740 pekerja dari komitmen target 62% atau 355.115 pekerja, atau masih terdapat selisih sekitar 14.000 pekerja yang perlu dikejar hingga akhir tahun,” terangnya.

Menurutnya keberhasilan capaian ini tak lepas dari komitmen dan dukungan penuh APBD Pemkab Sleman serta alokasi anggaran perangkat desa. Hingga pertengahan 2026, total sebanyak 22.810 pekerja dari berbagai elemen telah terlindungi.

BACA JUGA: PSIM Yogya Rekrut Ahmad Agung dan Alwi Fadhilah Untuk Perkuat Lini Pertahanan

Sementara Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa mengatakan Pemkab Sleman akan terus menggalakkan pemetaan dan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi para pekerja di wilayahnya. Meski capaian kepesertaan UCJ mengalami kenaikan di triwulan II ini, Pemkab Sleman menilai langkah percepatan masih sangat diperlukan untuk mengejar target tahunan sebesar 37%.

BACA JUGA: Raudi Akmal Ajukan Praperadilan, Kejari Sleman Beri Jawaban Begini di Persidangan

"Meskipun ada kenaikan, kita masih punya PR mengejar target 37% tahun ini atau sekitar 14.000 peserta lagi. Saya minta Disnaker dan OPD-OPD terkait segera memetakan celah pekerja rentan yang belum terjangkau BPJS Ketenagakerjaan," kata Danang.

Lebih lanjut ia menegaskan bahwa jaminan sosial ketenagakerjaan merupakan instrumen penting jaring pengaman sosial, terutama bagi pekerja rentan yang kerap kesulitan secara finansial saat menghadapi risiko kecelakaan kerja.

BACA JUGA: Gerindra Minta Hotman Tak Kaitkan Kasus Hukum Febrie Adriansyah dengan Presiden

"Pekerja rentan jika mengalami kecelakaan kerja pasti repot secara biaya. Dengan BPJS Ketenagakerjaan, mereka memiliki kepastian perlindungan," pungkasnya. (Agn)


share on: