BPPS Angkat Karya Fotografi untuk Bangkitkan Pariwisata

share on:
Sekretaris Dinas Pariwisata Sleman memberi sambutan dalam lomba foto Sleman Bangkit || YP-Wahjudi Djaja

Yogyapos.com (SLEMAN) - Lomba foto bertema Sleman Bangkit diharapkan mampu mendokumentasikan keindahan alam dan budaya Sleman. Karya fotografi tersebut bisa menjadi sarana untuk kepentingan promosi pariwisata Sleman. Dalam perkembangannya pelan-pelan akan meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kabupaten Sleman.

Demikian disampaikan Sekretaris Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, Eka Priastana Putra, SE, MSi menjelang pengumuman pemenang lomba foto bertema Sleman Bangkit yang diadakan Badan Promosi Pariwisata Sleman (BPPS) di Studio Gamplong, Minggu (27/3/2022). Hadir dalam acara itu Kabid Pemasaran Pariwisata Dinpar Sleman, Kus Endarto SE MEc Dev beserta staf dan pengurus BPPS.

Pada bagian lain disampaikan, potensi alam dan budaya yang dimiliki Sleman bisa lebih dieksplorasi untuk kepentingan digital marketing.”Kami sangat mengapresiasi kerja keras teman-teman BPPS yang mencoba memperkenalkan potensi pariwisata di Kabupaten Sleman. Ke depannya kami berharap agar kegiatan semacam ini bisa dikembangkan lebih lanjut,” tandasnya.

Sementara itu dalam laporannya, Ketua BPPS Agung Sasongko menyampaikan, lomba diikuti oleh para fotografer dari berbagai kota di Pulau Jawa seperti Tangerang, Semarang, Bandung, Malang dan DIY. “Dengan mengambil tema Sleman Bangkit, kami berharap kegiatan ini bisa mendorong bangkitnya dunia pariwisata di Kabupaten Sleman,” harapnya.

Studio alam Gamplong terletak di Kelurahan Sumberrahayu, Kapanewon Moyudan. Kalurahan Sumberrahayu pada awalnya terbagi menjadi tiga kelurahan lama, yakni Gamplong, Moyudan, dan Kembangan.

Dusun Gamplong terkenal sebagai desa wisata kerajinan produsen tenun yang memiliki akar sejak zaman Belanda. Puluhan pengusaha alat tenun bukan mesin (ATBN) yang tergabung dalam kelompok TEGAR (Teguh, Ekonomis, Gigih, Aman, Rajin) yang diketuai Giyono. Mereka memproduksi beragam jenis kain tenun seperti tenun stagen, kain kasah, serbet hingga handuk. 

Potensi lain yang terletak di Kalurahan Sumberrahayu antara lain hutan desa Wana Rahayu dan Pasar Belik Sonto. Menurut agenda BPPS, pada 1-2 Oktober 2022 akan digelar Kenduri Jeep Nasional di kawasan Wana Rahayu. Ini dilakukan untuk mengangkat potensi pariwisata berbasis pertanian di Sleman bagian barat.  (Iud)

 


share on: