Buka Puasa Bersama di UWM, Rektor : Kampus Harus Peduli dengan Isu-isu Terkini

share on:
Rektor UWM Edy Suandi Hamid dialog dengan wartawan sebelum buka puasa bersama, Selasa (26/4/2022) || YP-Ist

Yogyapos.com (YOGYA) - Universitas Widya Mataram (UWM) pada Selasa (26/04/2022) mengundang para wartawan para wartawan lokal di Yogya untuk bersilaturahmi dan buka bersama. Pertemuan tersebut dilaksanakan di Aula Rektor UWM. 

BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-pengesahan-rkuhp-menjadi-uu-pshk-fh-uii-segera-bentuk-mekanisme-penyamaan-persepsi-9075

Rektor UWM, Prof Dr Edy Suandi Hamid MEc mengatakan, pihaknya mengundang para wartawan karena ingin bersilaturahmi dan rindu bertatap muka. 

BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-persentase-doktor-uwm-lebih-tinggi-secara-nasional-5863

“Kangen saja dengan para media. Hanya ketemu dan buka bersama agendanya. Tidak ada isu penting yang harus dibicarakan,” ujarnya di Aula Rektor UWM.

BACA JUGA: https://www.yogyapos.com/berita-dpc-peradi-wonosari--up-45--sukses-gelar-pkpa-i-langsung-buka-pendaftaran--870

Ia menerangkan, salah satu peran kampus yakni mendekatkan diri dengan media. Menurutnya, kampus tidak boleh steril (pasif) dengan lingkungannya. 

BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-universitas-alma-ata-dorong-optimalisasi-minat-dan-bakat-kaum-milenial-memulai-berbisnis-5551

“Kampus harus peduli dengan isu-isu terkini yang berkembang di masyarakat. Rektor itu jangan cuma ngurusin kampus saja. Urusin tuh minyak goreng, penundaan pemilu, mudik, G 20. Pak Jokowi harus kita bantu,” tegas Prof Edy.

BACA JAGA: https://www.yogyapos.com/berita-dies-natalis-ke58-ukdw-rektor-2020-menerima-1007-mahasiswa-baru-3012

Ia memberi contoh terkait masalah kelangkaan minyak goreng beberapa waktu lalu. Menurutnya, minyak goreng adalah salah satu kebutuhan pokok masyarakat. 

Waktu yang lalu, lanjutnya, minyak goreng sempat langka di masyarakat. Di satu sisi Indonesia mempunyai lahan sawit terbesar di dunia.

BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-uajy-jalin-kerjasama-program-beasiswa-embassy-of-zimbabwe-8567

“Ini kan ironis. Kita punya lahan terbesar sawit, tapi kok langka. Saat harga ditetapkan di pasar, stok langsung ada. Ini pasti ada permainan, kita seperti didekte,” ujar Prof Edy. 

BACA JUGA: https://www.yogyapos.com/berita-dyah-aryani-profesor-termuda-dari-uad-yogyakarta-271

Ia menambahkan, negara seperti kalah dengan pelaku ekonomi. Sehingga, Indonesia butuh negarawan untuk menyelesaikan masalah tersebut.

BACA JUGA: https://www.yogyapos.com/berita-unriyo-mewisuda-565-mahasiswa-121-lulusan-raih-predikat-cumlaude-6471

“Peran di kampus, bukan hanya ngomongin ngurusin penelitian dan pembelajaran, harus ada tanggung jawab terhadap kemasyarakatan, kebangsaan dan dunia,” jelas Prof Edy. 

BACA JUGA: https://www.yogyapos.com/berita-umy-kukuhkan-3-guru-besar-1676

Pihaknya membutuhkan media masa untuk menyampaikan ke publik terkait permasalahan-permasalan tersebut. Dikarenakan di kampus banyak pakar yang berkompeten sesuai bidangnya untuk ikut membantu permasalahan-permasalan yang timbul di masyarakat. 

BACA JUGA: https://www.yogyapos.com/berita-teater-alam-dan-isi-yogya--pentaskan-lakon-pusaran-di-tby-702

Wakil Rektor III, Puji Qomariyah SSos MSi menambahkan, acara tersebut bertujuan untuk berdilaturahim dengan pihak media. Dikarenakan, program tersebut pihaknya adakan rutin dua bulan sekali. 

BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-stp-ampta--gelar-pelatihan-digital-marketing-dan-branding-di-desa-wisata-tepus-9192

“Acara buka bersama dengan pihak media. Ngobrol-ngobrol santai. Bagaimana menjalin sinergi dan silaturahmi,” ujarnya.

BACA JUGA: https://www.yogyapos.com/berita-stiepar-api-siap-bentuk-insan-pariwisata-visioner-tangguh-dan-berdaya-jelajah-2771

Puji juga menerangkan, hal itu karena ada beberapa awak media yang belum pernah ke kampus UWM, agar lebih kenal. salah satu tujuannya agar komunikasi pihaknya dengan media lebih intens.  (Met)

 

 


share on: