Yogyapos.com (SLEMAN) - Dibalik kesan bau dan kotor, sampah dapat diolah sedemikian rupa sehingga memiliki manfaat yang tidak kecil. Selain membantu mengurai permasalahan krusial tentang kebersihan lingkungan akibat akumulasi sampah, juga mendatangkan peluang usaha bagi warga yang sangat prospektif. Badan Usaha Milik Kalurahan (BUMKal) bisa memainkan peranan penting dalam mengelola dan menggerakkan potensi itu.
Demikian intisari perbincangan yogyapos.com dengan Direktur BUMKal Amarta Kalurahan Pandowoharjo, Sleman, Agus Setyanto SSos, Sabtu (5/2/2022). Bergelut dengan sampah sejak 2016, BUMKal ini berhasil meraup keuntungan puluhan juta rupiah dan menggerakkan kesadaran warga Pandowoharjo tentang pengelolaan sampah rumah tangga.
“Sampah menjadi permasalahan pelik yang sering diabaikan banyak pihak. Bayangkan seadainya TPA Piyungan tutup, kemana sampah yang jumlahnya ribuan meter kubik itu harus dibuang. Dampaknya akan berantai dirasakan masyarakat. Padahal kalau dikelola dengan manajemen yang benar, masalah itu tidak saja bisa diselesaikan tetapi juga menjadi peluang usaha bagi BUMKal dan warga masyarakat,” tandasnya.
BUMKal Amarta tercatat mampu mengubah kesan negatif tentang sampah menjadi unit usaha prospektif yang memiliki keberkahan tersendiri. "Sampah yang dihasilkan rumah tangga bisa kami kelola menjadi kompos, magot dan sampah siap jual. Dari situ kami bisa membuka lapangan kerja bagi warga untuk mendapatkan tambahan penghasilan. Memang tak mudah membuka kesadaran warga dan membangun matarantai penanganan sampah. Tapi dengan keseriusan dan ketekunan, faktanya kami bisa. Maka kami berharap agar pemerintah juga mensuport usaha yang telah kami rintis agar semakin luas dan sudah ditiru oleh teman-teman BUMDES dan BUMKal di berbagai daerah,” ujar Agus bangga.
Selain penanganan dan pengelolaan sampah, BUMKal Amarta juga memiliki unit usaha lain seperti Toko Desa, penjualan beras Sleman, pusat kuliner dan kolam renang Tirta Amarta.
“Terkait kolam renang, kami menggandeng Depok Sport Center dalam kerjasama yang saling menguntungkan. Pola kolaborasi ini penting dilakukan agar semua potensi desa seperti UMKM, desa wisata dan KWT bisa berkembang dan sama-sama memperoleh keuntungan. Biar semua memperoleh rezeki dan berkah,” jelasnya penuh keyakinan.
Untuk Senin sampai Jumat tiket masuk kolam renang Rp 10.000 sedang Sabtu dan Minggu tiketnya Rp 15.000. Kedalaman kolam renang untuk anak 80 cm, sedangkan remaja dan dewasa 100-150 cm.
Di tempat terpisah, terkait pembinaan BUMKal di Sleman Kasi Pengembangan Potensi Masyarakat Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan Kabupaten Sleman Siska Wulandari, SKom, MM menyampaikan, pihaknya selalu berupaya semaksimal mungkin dalam membina dan mengawal perkembangan BUMKal di Kabupaten Sleman.
“Apalagi di era sekarang ini kemandirian Desa/Kalurahan menjadi fokus utama program pemerintah, yang tentunya perkembangan dari BUMKal itu sendiri akan berpengaruh cukup besar dalam mewujudkan program kemandirian Desa/kalurahan tersebut,” jelasnya.
Walaupun mungkin keterlibatan Dinas PMK Kab Sleman belum terlalu mengambil andil yang besar dalam perkembangan BUMKal di Kabupaten Sleman, sambung Siska, namun pihaknya selalu berupaya untuk semaksimal mungkin memberikan apa yang dipunyai dan apa yang bisa demi kemajuan perkembangan BUMKal di Kabupaten Sleman. Ada beberapa BUMKal yang telah mendapatkan predikat Maju oleh Kementrian Desa PDTT, salah satunya BUMKal Amarta.
Ditanya yogyapos.com tentang BUMKal Amarta, Siska mengakui badan usaha yang dipimpin Agus Setyanto itu merupakan salah satu BUMKal pionir di Kabupaten Sleman. BUMKal Amarta juga sudah mendapatkan sertifikat Badan Hukum dari Kementerian Desa PDTT.
"BUMKal Amarta juga kami pandang sebagai salah satu BUMKal yang tertib administrasi juga tertib dalam hal pelaporan ke Dinas PMK, disamping beberapa predikat yang tentunya sudah disandang oleh BUMKal Amarta. Tentunya kami di Dinas PMK Sleman juga merasa bangga memiliki BUMKal Amarta,” paparnya penuh kebanggaan. (Wahjudi Djaja)
