Yogyapos.com (SLEMAN) – Dipicu kematian rekannya saat unjuk rasa di Kendari, ratusan massa Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Yogyakarta berunjuk rasa di Mapolda DIY, Sabtu (28/9/2019). Mereka menyampaikan aspirasi menuntut kepolisian mengusut tuntas kasus tersebut.
Sesaat sebelum berunjuk rasa, massa yang mengenakan jaket seragam IMM warna merah berkumpul di Garongan, Condongcatur, Depok, Sleman. Mereka kemudian berjalan kaki menuju Mapolda DIY yang berjarak sekitar 1 Km, sembari mengangkat poster berisi kecaman dan tuntutan pengusutan. Satu spaduk berukuran besar bertagar '#Muhammadiyah Menggugat' pun dibentangkan di barisan depan pengunjuk rasa.
Pihak kepolisian mempesilahkan rombongan pengunjuk rasa itu masuk ke pelataran Mapolda dan melakukan orasi, tepat di depan gerbang lobi. Orasi dilanjutkan di depan Mapolda berbatasan dengan Riangroad Utara, Condongcatur, Depok, Sleman
Karuan aksi ini sempat menghambat arus lalu lintas dari arah barat yang melintas di jalur lambat maupun ruas jalan utara ringroad. Untung saja petugas segera mengalihka arus lalu lintas ke sisi selatan.
“Tadi kami masukkan ke halaman Mapolda agar unjuk rasa tidak menggangu arus lalu lintas,” ujar Kabagops Polres Sleman Kompol Danang Kuntadi.
Hingga berkumandang adzan ashar, massa menghentikan aksinya untu menunaikan shalat di jalan. Setelahnya orasi dilanjutkan, bahkan mereka sempat menyeru agar bertemu dengan Kapolda DIY.
Mereka menyatakan kematian dua mahasiswa Universitas Hale Oleo Kendari, yakni Immawan randy dan Muhammad Kardawi akibat diterjang pelor petugas saat unjuk rasa di DPRD Kendari 25 September lalu, merupakan kebengisan. Sehingga wajib diusut tuntas, dan pelakunya diproses hukum nantinya. (Met)
