Cak Nun Kesehatannya Perlahan Membaik, Sempat Apresiasi Lurah Panggungharjo

share on:
Cak Nun didampingi Lurah Panggungharjo saat pentas di Kampung Mataraman || YP-Ist

Yogyapos.com (YOGYA) - Sepanjang Kamis (6/7/2023) siang sampai hari ini media mainstream dan media sosial tak henti memberitakan perkembangan sakitnya Emha Ainun Nadjid. Budayawan yang akrab disapa Cak Nun ini mendadak tak sadarkan diri hingga harus masuk ICU RSUP Dr. Sardjito. Empati dan doa mengalir di hampir semua kolega dari beragam kalangan.

Pada Minggu (2/7) Cak Nun bersama Kiai Kanjeng pentas di Kampung Mataraman, Panggungharjo, Sewon, Bantul. Bahkan pada (5/7) Cak Nun masih berlatih bersama Kiai Kanjeng.

Dalam acara yang disiarkan langsung melalui kanal Kalurahan Panggungharjo itu, Cak Nun mengapresiasi dan tak henti memuji Lurah Panggungharjo, Wahyudi Anggoro Hadi, yang tidak saja melakukan terobosan tetapi juga mampu membumikan ajaran Kanjeng Nabi Muhammad SAW.

Pak Lurah, demikian Cak Nun, memimpin Panggungharjo dengan keseimbangan dan prestasi luar biasa, dengan terobosan paradikmatif yang luar biasa. “Ini adalah contoh dari kesadaran kosmis yang luar biasa sehingga kalau Anda mencari orang untuk dilantik menjadi pahlawan kehidupan ya Pak Lurah ini,” tandasnya. 

Kalau mau mencari wong linuwih, imbuh pendiri kelompok pengajian Padhang Mbulan (Jombang) dan Maiyah (Yogyakarta) ini, ya di Panggungharjo. “Saya tidak bisa membuat seperti Panggungharjo atau Kampung Mataraman ini. Saya tidak apa-apanya dibanding beliau,” pujinya.

Setelah panjang lebar menguraikan secara runtut posisi dan makna Alquran surat Al Ikhlas, Al Falaq dan An Naas, Cak Nun menafsirkan makna sihir. “Penyihir itu tak hanya tukang santet. Kita ini sekarang sedang disihir secara besar-besaran secara global. Nah, Pak Lurah ini mewiridkan atau mengejawantahkan wirid-wiridnya untuk kesejahteraan penduduk yang menjadi tanggung jawabnya. Kita ini sedang disihir globalisasi, internet, medsos dimana ukuran-ukuran sudah berubah. Dulu orang yang ampuh itu yang berprestasi, sekarang orang yang banyak follower-nya,” jelasnya.

Pada kesempatan pentas di Kampung Mataraman itu, Cak Nun sempat diberi bingkai sampul 21 buku oleh Wahyudi Anggoro Hadi. Buku tersebut merupakan cetak biru untuk Indonesia Baru sebagai hasil Kongres Kebudayaan Desa yang beberapa saat yang lalu digelar di Kampung Mataraman.

Terkait perkembangan kondisi kesehatannya, dikabarkan sudah semakin baik. Cak Nun mulai bisa berkomunikasi meskipun secara terbatas. Hingga saat ini suami Novia Kolopaking ini belum bisa dijenguk. Pihak keluarga dan kerabat tak henti memintakan doa bagi kesembuhan sosok multitalenta ini. (Wahjudi Djaja)

 

 

 


share on: