CALEG PAN DIY, SADAR NARIMA SAG SH : Kalem, Tapi Gigih Dalam Perjuangan

share on:
Sadar Narima SAg SH | YP/Ist

Yogyapos.com (SLEMAN) – Kemunculannya di dunia politik sempat mengejutkan. Pada 2004 namanya mencuat setelah sanggup mendulang suara signifikan dan membawanya duduk di kursi DPRD Sleman.

Dialah Sadar Narima SAg SH, sosok kalem yang semasa remaja lebih kuyub di sejumlah organisasi kemasyarakatan, terutama Pelajar Islam Indonesia (PII) dan Pemuda Muhammadiyah.

Pasca reformasi, ia mulai bersentuhan dengan politik praktis. Meniti dari bawah, 1998-2000 sebagai Ketua DPRT PAN Desa Sumberarum Sleman. Ketekunan dalam pengabdian di organisasi menjadikan dirinya terpilih menjadi Ketua DPC PAN Kecamatan Moyudan Sleman.

“Itu tahun 2000-2005. Ya awal saya memegang pucuk pimpinan di PAN di tingkat kecamatan,” ujarnya kepada yogyapos.com, baru-baru ini.

Sebagai Ketua di tingkat kecamatan, ia pun tak bisa menampik ketika dicalonkan menjadi caleg Pemilu 2004. Hasilnya terpilih menjadi anggota DPRD Sleman.

Setahun duduk di kursi dewan, ia didapuk menjadi Wakil Ketua DPD PAN Kabupaten Sleman. Jabatan baru ini semakin mematangkan dirinya sebagai politikus, terlibat langusung dalam pertemuan-pertemuan penting hingga ke wilayah dan pusat.

Baginya, PAN sudah benar-benar parpol yang cocok sebagai kendaraan politik memperjuangkan aspirasi masyarakat. Bersama pengurus lain dari waktu ke waktu mengembangkannya.

Banyak orang cerdik pandai dan punya pengalaman, tapi aspirasi anggota tertuju padanya di setiap pergantian kepemimpinan. Terbukti 2010-2015, ia dipercaya menjadi Sekretaris DPD PAN Sleman, dan berlanjut 2015-2020 sebagai Ketua DPD PAN Sleman.

Pilihan anggota terhadapnya sebagai pucuk pimpinan di PAN Sleman ketika itu tentu tak lepas dari kiprah politik dalam mendulang perolehan suara PAN di setiap Pemilu. “Tahun 2007 saya mendirikan dan menjadi Direktur Balai Penjaringan Aspirasi (BPA) Panji,” selanya.

BPA Panji ini merupakan sayap PAN yang digagas olehnya untuk membina konstituen dan menyerap aspirasi mereka yang kemudian digelontorkan melalui legislatif.

Cerdik, itulah yang terkesan pada politisi yang memiliki basis ekonomi di bidang properti ini. Kecerdikannya juga tampak dalam memilih dan membangun koalisi untuk kepentingan Pilbup Sleman, baik Pilbup 2010 maupun 2015.   

Sleman merupakan wilayah garapannya untuk kepentingan partai dan dirinya. Ketika Pilpres 2009, Sadar Narima nekat mencalonkan diri sebagai Caleg Propinsi DIY dari Dapil Sleman. Kali ini masyakarat kembali takjub, karena ia sanggup mendulang suara yang signifikan dan membawanya duduk di kursi DPRD DIY. Hal yang sama diulang saat Pemilu 2014, dan lagi-lagi ia dengan enteng berhasil melenggang ke kursi dewan.

“Iya, saya berarti sudah dua kali di DPRD DIY. Mudah-mudahan konstituen masih terjaga dan memilih saya lagi pada Pemilu 17 April nanti,” kata alumnus Fakultas Hukum UGM ini, kalem.

Selama proses pemilu kali ini dirinya mengaku melakukan kampanye secara sederhana, secara persuasif, dan sangat-sangat menghindari model ‘bitingan’ (memberi amplop, red) kepada konstituen.

Sadar Narima lebih percaya kepada apa yang telah dikerjakan selama ini buat masyarakat. Dari sanalah dia selalu dekat dengan mereka. Bukan saja saat menjelang musim pemilu, melainkan di hari-hari biasa pasca agenda lima tahunan itu.

“Masyarakat titen. Mereka benar-benar berharap anggota legislatif sebagai firgur-figur untuk memperjuangkan aspirasinya. Insya allah apa yang sudah saya tandur sejak kemarin-kemarin berbuah pada 17 April nanti. Tentu saja saya menhaturkan terimakasih dan mohon doa restu masyarakat di pemilu kali ini,” pungkasnya, takzim. (Met)


share on: