Cekcok tentang Tempat Berdagang Berujung Penganiayaan dan Perusakan Mobil

share on:
Barang bukti mobil yang dirusak terlapor || YP-Ist

Yogyapos.com (BANTUL) - Seorang wanita, Masinem (57) warga Jaranan Banguntapan Kabupaten Bantul merasa telah menjadi korban penganiayaan dan pengrusakan mobil oleh seorang lelaki yan terjadi di Pandes Wonokromo Pleret, Jumat (19/4) sekitar pukul 17.00 WIB.

Kasi Humas Polres Bantul AKP I Nengah Jeffry mengungkapkan dugaan aksi penganiayaan dan pengrusakan mobil ini dipicu oleh masalah lapak berjualan.  Bermula pada hari Jumat (19/4) sekira pukul 17.00 WIB korban dan suaminya Tukiyanto (60) datang ke TKP untuk berjualan makanan dalam acara pengajian. Namun lokasi yang sudah dipesan melalui temannya yang bernama Edi ditempati oleh terlapor, EB (61). Kemudian terjadi selisih paham sehingga terlapor mengucapkan “Awas kalau suatu saat berjualan di utara”. 

BACA JUGA: SMA Muhi Yogya Terima Delegasi UTP Malaysia untuk Program Moneywise: Entrepreneurship

Korban mengalah dan masuk ke dalam mobil Pick Up Suzumi Carry warna hitam nomor Polisi AB 8565 QH. Tiba-tiba terlapor datang dan memukul kaca mobil menggunakan tongkat atau krek (alat bantu jalan) sehingga kaca mobil pecah. “Selain itu pelaku memukul lagi 1 kali menggunakan tongkat tersebut mengenai bibir korban. Kemudian pelaku meludahi korban sebanyak 3 kali dan mengeluarkan ucapan kasar,” terang AKP Jeffry.

Atas peristiwa tersebut korban berobat ke RSU Permata Husada Pleret dan melapor kepada Polsek Pleret.

Akibatnya kaca mobil sebelah kiri rusak (pecah). Selain itu korban mengalami sakit pada bagian bibir sebelah kiri sobek mengeluarkan darah, kepala pusing dan tensi naik, untuk makan dan minum terasa perih.  (Spd)


share on: