Yogyapos.com (BANTUL) - Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo SE MBA, menyatakan kecintaan masyarakat terhadap NKRI seyogianya ditunjukkan dengan kerja kreatif mengolah potensi sumber daya alam (SDA) dan sumberdaya manusia (SDM. Sehingga pengolahan dan pengelolaan semua sumber daya tersebut dapat bermanfaat bagi diri sendiri maupun lingungannya.
Bambang Soesatyo menyatakan hal itu saat sosialisasi 4 Pilar MPR RI dan peresmian Jogja Anggur, di Patalan, Jetis, Bantul, Selasa (15/12/2020). Acara dihadiri antara lain Anggota DPD RI, GKR Hemas dan Anggota DPR RI Drs Gandung Pardiman MM.
“Berbagai potensi yang ada dan diharapkan bisa diolah antara lain budi daya dan mengolah anggur, avokat dan membuat makanan tradisional tiwul. Ini kelihatan sepela, namun jika pengolahannya diimbangi dengan SDM yang memadahi, maka sangat bermanfaaf,” ujar Bambang.
Menurutnya, apabila kaum milenial dan siapapun bisa kreatif berbisnis mengolah potensi yang ada di daerahnya, maka berarti menyumbangkan ilmunya ke masyarakat. Namun, itu semua juga harus didukung dengan skil yang memadai dalam berbagai hal salahn satunya berbisnis dengan mempergunakan IT.
Sekalipun berbisnis dengan IT dibutuhkan, tetapi marketing produk tradisional secara manual juga jangan ditingalkan. Karena berbagai hal yang tradisi juga justru mempunyai daya tarik tersendiri bagi konsumen.
“Contohnya, dengan berbudidaya dan mengolah anggur ini juga merupakan salah satu bentuk kreatif yang diharapkan memberikan inspirasi bagi petani dan masyarakat luas,” sambungnya.
Anggota DPD dapil DIY, GKR Hemas pada kesempatan itu kepada para wartawan, menyatakan menyambut positif dan mengapresiasi adanya Jogja Anggur ini. Ini diharapkan bisa dikembangkan dan sebagai pelaung baru bagi masyarakat dalam berbisnis.
Harapan senada juga disampaikan Gandung Pardiman, bahkan pihaknya siap memberikan dukungan adanya usaha menggarap potensi daerah. “Yang bisa dikembangkan dan akan kami dukung diantaranya budidaya jahe wangi di Bantul,” kata Gandung.
Ia menekankan, kreatif dan rajin adalah sesuatu yang harus digalakan dan dilakukan oleh masyarakat dan harus memperoleh perhatian pemerintah. (Supardi)
