Yogyapos.com (BANTUL) - Pandemi Covid-19 memang tidak menyenangkan, karena terutama berdampak pada perekonomian. Tapi pada saat bersamaan juga memaksa orang berkreasi agar tetap survive secara ekonomi. Danang (27) adalah salah satunya yang enggan terpuruk dalam situasi ‘darurat’ seperti sekarang.
Warga dusun Sirat RT 3 Sidomulyo Bambanglipuro Bantul ini berkreasi untuk memperbaiki ekonominnya di masa pandemi dengan cara budidaya dan mengolah bunga Telang menjadi beragam barang jadi jenis herbal.
“Saya semula membuka usaha percetakan, bekam steril/sunnah dan ruqyah syar'iyah. Namun sejak adanya Covid-19 menambah dan mengembangkan usaha Ash Shikhah Back To Herbal (herbal untuk kesehatan) berbahan baku bunga Telang,” ujarnya kepada yogyapos.com, Rabu (30/9/2020).
Bunga Telang hasil budidayanya kemudian diolah sedemikian rupa menjadi ragam herbal seperti teh, sabun, sampo, bedak dan penghalus tubuh. Ragam kreasi herban tersebut ternyata laku di pasaran, sehingga bisa menambah untuk mencukupi hidup keluarga dan orang-orang dekatnya. Harganya pun relatif murah tergantung jenis dan ukurannya, sedangkan manfaatnya lumayan dahsyat.
“Bebagai produk yang saya hasilkan relatif laku di pasaran. Teh contohnya, banyak yang memesannya. Ini selain nikmat rasanya dan khas juga berhasiat untuk kesehatan,” katanya.
Usaha bisnis dari berbudidaya bunga Telang yang dilakukan ini terbilang mudah. Cara mengolahnya juga tidak sulit. “Hanya saja inspirasi dan menemukan berbagai ilmu untuk berbudidaya bunga ini perjalanannya cukup panjang. Saya juga sempat belajar kepada ahlinya selama berbulan-bulan. Selain itu juga berkat mengikuti sejumlah seminar,” tutur Danang.
Pendek kata, ujar Danang, berbudidaya bunga Telang untuk bahan pokok ragam herbal tersebut memiliki prospek yang cukup bagus. Sehingga layak dikembangkan dan ditularkan kepada siapa saja. “Kalau mau membeli produk herbal kami silakan langsung saja datang ke sini. Kalau mau sekadar belajar juga boleh,” pungkas Danang yang tidak pelit ilmu. (Supardi)
