Danpusterad Silaturahmi dengan Forkompimda Kulonprogo

share on:
Komandan Pusat Teritorial TNI AD (Danpusterad) Letjen TNI Teguh Muji Angkasa SE MM || YP-Ist

Yogyapos.com (KULONPROGO) - Komandan Pusat Teritorial TNI AD (Danpusterad) Letjen TNI Teguh Muji Angkasa SE MM didampingi Komandan Korem 072/Pamungkas Brigjen TNI Puji Cahyono SIP MSi silaturahmi dengan Forkopimda dan tokoh masyarakat Kabupaten Kulon Progo, di Aula Adikarto Pemkab Kabupaten Kulonprogo, Rabu (15/2/2023).

Danpusterad Letjen TNI Teguh Muji Angkasa dalam sambutannya menyampaikan sangat senang dan bangga bisa mendapat kesempatan bersilaturahmi dengan pejabat Forkopimda, tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh adat di Kabupaten Kulonprogo.  

BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-divonis-15-tahun-airmata-richard-mengalir-dari-celah-telapak-tangan-yang-menutup-wajahnya-9719

Danpusterad menjelaskan bahwa teritorial adalah marwah TNI AD karena fungsi teritorial ruang lingkupnya seluruh Indonesia dan dilaksanakan oleh seluruh satuan Komando Kewilayahan dari tingkat Kodam, Korem, hingga Kodim.

“Pembinaan teritorial adalah marwah TNI  AD untuk mengelola potensi di wilayah untuk dijadikan menjadi potensi pertahanan guna mencintai dan dicintai masyarakat adalah faktor utama bagi TNI AD,” ujar Danpusterad.

Diakhir sambutannya Danpusterad mengimbau kepada Komandan Kodim untuk selalu menjalin komunikasi dan koordinasi dengan Forkopimda Kulonprogo demi kemaslahatan masyarakat luas.

BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-danlanud-adisutjipto-berikan-apresiasi-kepada-dua-personel-berprestasi-9720

“Dalam konteks pemerintahan di daerah tentu selaku user dan leader adalah Bupati, maka saya tekankan kepada Komandan Kodim untuk selalu menjalin komunikasi dan koordinasi,” pungkasnya.

Sementara itu, Pj Bupati Kulon Progo, Drs Tri Saktiyana MSi menyampaikan tentang fungsi teritorial dan terbentuknya lembaga ketahanan nasional (Lemhanas), serta fungsi teritorial dan kehadiran tentara tidak hanya pada saat peperangan saja.

“Negara akan kuat jika memiliki empat komponen yaitu memiliki senjata canggih, tentara terlatih, memiliki sistem Pemerintahan yang cakap, memiliki ekonomi yang makmur dan memiliki masyarakat yang percaya pada Pemerintah,” jelasnya.

Dari keempat point tersebut, point terakhir adalah yang paling berbahaya jika tidak diterapkan dengan baik dan benar, artinya secanggih apapun sistem senjata dan semakmur apapun suatu negara, apabila masyarakatnya tidak percaya kepada Pemerintahannya maka semua akan hancur.

BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-hery-prasetyo-brigade-joxzin-bukan-akar-klitih-yogyakarta-9698

“Banyak contoh negara-negara besar yang hancur karena ketidakpercayaan rakyat pada sistem Pemerintahannya, alhamdulillah masyarakat di Kulonprogo ini cukup taat dan selalu sinergis dengan Pemerintah,” tegasnya.

Acara silaturahmi dan dialog dengan Forkopimda dan tokoh masyarakat Kabupaten Kulon Progo diakhiri dengan pemberian cinderamata dan sesi foto bersama.

Hadir dalam acara tersebut, Kasubdit Binjemenorg Sismet Pusat Teritorial TNI AD Kolonel Arh Fachrudin Usuluddin, Waaster Kasdam IV/Diponegoro Letkol Kav MS Prawira Negara Matondang, Komandan Kodim 0731/Kulonprogo Letkol Inf Nurwaliyanto, Ketua DPRD Kab. Kulonprogo Akhid Nuryati, Sekda Kulonrogo Triyono, Toga Tomas dan Todat Kabupaten Kulon Progo, Danramil dan Perwira staf jajaran Kodim 0731/Kulon Progo serta seluruh Panewu Kulonprogo. (*)


share on: