SELAIN memiliki suara yang lumayan merdu saat menyanyi, Danrem 072/Pamungkas Brigjen Afianto, ternyata piawai bermain sulap. Tapi sulap yang dilakukannya bukanlah sulap lazimnya dipertontonkan para pesulap-pesulap. Melainkan sulap yang mengajak penonton untuk tangkas menggerakkan akalnya.
Itu dilakukan Danrem saat jelang penghujung acara Coffee Morning bareng para jurnalis, di Cafe Pamungkas, Jalan Reksobayan Yogyakarta, Rabu (22/12/2021) lalu.
Acara silaturahmi dengan insan pers yang dkemas Coffee Morning kali ini mengambil momentum peringatan Hari Ibu dan menyongsong Nataru. Selain ngopi dan santap, menyusul sambutan resmi, dilanjutkan hiburan menampilkan seorang biduan diiringi organ tunggal.
Di sesi ini sejumlah hadirin, jurnalis maupun prajurit, ikut kontribusi melantunkan lagu-lagu pilihannya. Tak terkecuali Brigjen Afianto menjadi ‘gong’ menyanyai. Ia berjingkat dari tempat duduknya menuju stage.
“Baiklah saya juga mau menyanyi. Tapi sebelum menyanyi mohon perkenankan saya untuk main sulap,” kata Brigjen Afianto dari depan panggung.
Usai berkata begitu, ia pun menunjukkan sebungkus rokok. Kemudian mengambil satu batang yang ditunjukkan ke hadapan hadirin dan menyatakan segera sebatang rokok tersebut akan dijadikannya berlipat hingga 5 bungkus.
Pernyataan tersebut tentu saja membuat hadirin terbelalak, sebagian diantaranya saling tengok pandang dan berbisik. Sejumlah wartawan pun sigap merapat ke depan mengarahkan kameranya, seolah tak sabar menanti gerangan yang telah dijanjikan.
Sementara itu, Danrem terus berkata-kata bla.. bla.. bla... sembari kedua tangannya tangkas mengulang-alihkan sebatang rokok dari tangan kanan beralih ke tangan kiri. Demikian berkali-kali, sebelum akhirnya berhenti mengepalkan kedua tangannya.
“Silahkan di tangan sebelah mana rokok saya genggam,” tukas Danrem yang segera dijawab hadirin bahwa sebatang rokok tadi berada dalam genggaman tangan kanan.
Memperoleh jawaban begitu, Danrem menggunakan tangan kirinya mengambil korek gas di sakunya. Lalu perlahan membuka kepalan tangan kanannya. Dan huff! Apa gerangan yang terjadi, ternyata sebataang rokok yang tadi berada dalam genggaman tangan kanan telah berubah uang ketas pecahan Rp 100.000, lalu menyerahkannya kepada seorang jurnalis senior Ismet NM Haris.
“Silakan Pak Ismet, itu uang sudah bisa menjadi 5 bungkus rokok. Monggo nanti dibelanjakan,” ujar Danrem, tersenyum datar.
Dan spontan para jurnalis maupun prajurit dibuatnya gembira, aplaus tepuk tangan pun kian meriauhkan suasana penuh keakraban gegara seni sulap Danrem yang mengkombinasikan ketangkasan tangan dan menggedor ketangkasan pikir kita. (*)
