Datin Wisnu Pranyoto Berharap Terjadi Surplus Pembangunan di Bantul

share on:
Anggota DPRD Bantul, Datin Wisnu Pranyoto || YP-Supardi

Yogyapos.com (BANTUL) - Kabupaten Bantul diharapkan mampu surplus pembangunan di tahun 2022 untuk mengimbangi tidak adanya pembangunan di tahun 2021 akihat kebijakan recofusing percepatan pemberantasan Covid-19.

"Wajar dan logis apabila di tahun 2021 ada recofusing dan pembangunan infrastruktur terpaksa tidak ada. Namun jika ketinggalan yang ada perlu ditutup dan diimbangi di tahun berikutnya,” tutur Anggota DPRD Bantul, Datin Wisnu Pranyoto kepada Yogyapos,com, di Bantul, Selasa I4/1).

Dikatakan, dalam mengejar ketinggalan yang ada, maka pada tahun 2022 pembangunan harus digenjot di berbagai sektor antara lain infrastruktur dan lingkungan hidup (pengelolaan sampah). 

Kedua hal itu merupakan yang pokok dan notabene sangat mendesak dibutuhkan oleh masyarakat. Faktanya ada infrastruktur yang sudah tak layak dan perlu pembungunan perbaikan atau dibangun yang baru. 

“Pembangunan lingkungan hidup terkait dengan pengolahan sampah juga mutak diperlukan tidak hanya yang ada di daerah perbatasan kota namun menyeluruh,” tandasnya.

Dijelaskan, kebijakan di tahun 2022 ada program anggaran dana dari APBD Bantul Rp 50 juta hingga Ro 60 juta per tahun per pedukuhan antara lain untuk penanganan sampah, PAUD dan stunting sangat positif.  

“Ini harus terealisasi. Saya selaku anggota Komisi C DPRD Bantul yang juga membidangi tentang lingkujgan hidup (sampah), akan atensi mengawalnya agar bisa berjalan sukses,” tanbah Datin. 

Bisa merealisasikan program pembagunan oleh Pemkab Bantul merupakan harapan yang dinanti oleh masarakat yang selama pandemi memang terpaksa tidak ada pembangunan itu.  (Spd)

 


share on: