Yogyapos.com (BANTUL) - Keberadaan koperasi tujuan utamanya adalah mengangkat perekonomian masyarakat, serta mengikis kesenjangan antara pelaku bisnis berskala besar (konglomerat) dengan masyarakat ekonomi lemah.
“Dalam sejarah, dulu muncul berbagai sistem ekonomi, termasuk sekularisme perekonomian bebas. Tak terkecuali pula koperasi, yang kemudian dijadikan soko guru perekonomian Indonesia sebagai penyeimbangnya,” kata Bupati Bantul, H Abdul Halim Muslih, dalam sambutan pembukaan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Bantul 2022, di Bantul, Senin (18/7/2022).
Menurutanya, sakuralaris adalah berarti ekonomi bebas dan yang kuat akan semakin kuat dan tidak ada kepedulian kepada pihak yang ekonominya lemah. Sedangkan sistem perekonomian sosial sepenuhnya kekuasaan dikuasai oleh negara (pemerintah).
“Kehadiran koperasi diharapkan mampu mengangkat perekonomian para ekonomi lemah meski kolongmerat juga tetap berkembang. Ini untuk menyeimbangkan antara keduanya,” katanya.
Dalam konteks Bantul, Abdul Halim menyatakan koperasi di Bantul dan Dekopinda diharapkan dapat bekembang, mampu mengangkat derajat perekonomian para anggota khususnya dan masyarakat pada umumnya.
Itu sebabnya, melalui Rakerda Dekopinda kali ini diharapkan menghasilkan kesepakatan dan planning tepat untuk memajukan perekonoman Bantul.
Sementara itu, salah seorang Pengurus Dewan Koperasi Dekopinwil DIY, H Syahbenol Hasibuan, mengatakan biasa yang sering terjadi pula pola kerja Dekopinda monoton bahkan pengurusnya hanya itu-itu saja. Hal ini tentu perlu dicermati, bahkan direvitalisasi.
“Melalui Rakerda ini semoga mampu menghasilkan keputusan dan hasil kerja yang jelas untuk memajukan koperasi demi kesejahteraan masyarakat,” kata Syahbenol.
Pada kesempatan sama, Ketua Kopinda Bantul, Bibit Rustamto, mengatakan anggota koperasi di Bantul seluruhnya mencapai sekitar 128.000 orang. Ini akan diberdayakan agar perekonomianya bisa lebih maju. (Spd)
