Yogyapos.com (JAKARTA) - Saat ini YouTube adalah salah satu platform berita yang sangat berpengaruh di dunia. Di negara mobile-first seperti Indonesia, video adalah salah satu cara utama untuk mendapatkan berita. Dengan 170 juta pengguna internet di Indonesia, video adalah salah satu cara paling efektif untuk menyampaikan pesan secara cepat dan luas.
Wakil Ketua Dewan Pers Hendry Ch Bangun dalam rilisnya mengatakan jika pihaknya menyambut baik inisiatif Google untuk meningkatkan kompetensi para wartawan, khususnya terkait dengan bagaimana membuat news on YouTube. Disaat-saat seperti ini, peningkatan kompetensi adalah satu yang penting. “Kemampuan untuk membuat berita yang dapat di upload ke YouTube juga dapat memberi keuntungan ekonomi. Karena kita tahu bahwa orang-orang yang memanfaatkan berita ke YouTube itu akan mendapatkan keuntungan material tertentu jika ia mendapat kunjungan yang baik yang besar. Nah dalam hal ini, wartawan dapat memperoleh manfaat semaksimal mungkin,” ujarnya Kamis (27/8).
Hendry melanjutkan, salah satu prinsip dasar yang perlu dilakukan dalam menyusun strategi konten di YouTube adalah bagaimana perusahaan media bisa membedakan strategi konten mereka. Menawarkan konten yang berbeda bisa membantu perusahaan media untuk mencapai tiga sasaran berbeda. Yaitu menjangkau penonton baru, meningkatkan dan mempertahankan jumlah subscriber, dan menjalin interaksi dengan komunitas. “Perusahaan media dapat memanfaatkan live streaming di YouTube dalam menyajikan berita, melakukan live streaming 24/7 untuk memudahkan penonton menemukan informasi kapanpun diinginkan, dan mengaktifkan fitur video on demand,” imbuh Hendry.
Untuk menghadirkan konten-konten tersebut, perusahaan media dapat menggunakan teknik bercerita yang mendalam untuk menarik minat penonton. Seperti mengunggah video lengkap dan klip dari wawancara, atau memanfaatkan arsip rekaman dengan mengemas ulang rekaman historis dari siaran berita untuk menciptakan pengisahan ulang bergaya dokumenter.
Interaksi juga dapat tercipta ketika penyaji berita menanyakan masukan dari penonton sehingga penonton merasa menjadi bagian dari aktivitas kanal YouTube tersebut. (*/Fadholy)
