Di Sleman Ketersediaan Bahan Pangan Tercukupi Hingga Idul Fitri

share on:
Wabup Sleman Danang Maharsa (tengah) saat pimpin rapat koordinasi pantauan kestersediaan bahan pangan, Selasa (5/4/2022) || YP-Ist

Yogyapos.com (SLEMAN) - Guna memastikan ketersediaan bahan pokok, kelancaran pendistribusian dan keterjangkuan harga selama bulan Ramadhan dan menjelang Idul Fitri, Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa melakukan rapat dengan Tim Pengendalian Inflansi Daerah ( TPID) Kabupaten Sleman, Selasa (4/4/2022).

Dalam rapat koordinasi tetsebut disimpulkan bahwa ketersediaan komoditas bahan pokok di Sleman selama Ramadhan sampai Idul Fitri 1443 H tercukupi. “Melalui kesempatan ini mari kita sampaikan pada masyarakat bahwa ketersediaan bahan pokok masih aman. Masyarakat jangan panic buying dan tidak perlu mengalami kekwatiran kemudian melakukan belanja besar-besaran. Didamping itu saya juga mengharapkan  peran serta aktif para pelaku usaha untuk pengantisipasi kemungkiman lonjakan kebutuhan masyarakat dengan menyediakan stock yang cukup,” imbau Danang.

Suasana Rakor yang dipimpin Danang Maharsa, Selasa (5/4/2022) || YP-Ist

Dikatakan, pada Januari Pemkab Sleman telah melakukan operasi pasar sebanyak tiga kali. Upaya ini telah berhasil mendistribusikan 25.000 liter minyak goreng bagi masyarakat kurang mampu, UKM dan UMKM binaan Pemkab Sleman.

Selain operasi passr, Pemkab Sleman juga melakukan pemantauan gabungan bersama Satgas Polres Sleman dan DPRD Sleman. Berdasarkan laporan Dinas Pertanian Pangan Perikanan yang didampaikan dalam bahwa per 31 Maret 2022, pasokan daging dapi dan bawang merah menjadi perhartian dikarenakan persediaan terbatas.

Sedangkan ketersediasn beras, jagung, daging ayam ras, telur, cabai merah, cabai rawit dan bawang dalam keadaan surplus. Sementara itu dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sleman, dilaporkan bahwa keterjangkuan harga beberapa komoditi mengalami kenaikan, namun masih masuk dalam acuan harga Pemerintah.

Beberapa komoditi yang mengalami kenaikan harga diantaranya adalah telur, ayam ras, cabai merah kriting, bawang merah serta cabai rawit merah. Sedangkan laporan dari Pertamina, menyebutkan stock BBM di wilayah Sleman masih tercukupi dan begitu juga LPG yang dilaporkan dalam keadaan aman. Namun yang terjadi dalam cacatan terdapat trend konsumsi BBM peralihan dari petramax ke petralite yang disebabkan dengan kenaikan harga petramax baru baru ini. 

Sementara itu, Bolog yang turut melaporkan komoditas tepung terigu dan gula pasir cenderung mengalami kenaikan harga jelang Hsri Raya Idul Fitri. Meski begitu ketersediaan stock keduanya mencukupi. 

“Rapat Koordinasi ini akan ditindak lanjuti dengan tinjauan ketersediaan harga dan distribusi bahan pokok di masyarakat dan sejumlah pasar dipusat pembelajaan oleh TPID Sleman dan pemantuan tersebut direncanakan pekan depan atau dipertengahan bulan Ramadhan,” jelas Danang.

Dalam Rapat Koordinasi TPID ini turut dihadiri, oleh sejumlah stakeholder diantaranya, Asekda Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Dinas Perta ian, Pangan dan Perikanan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Bagian Petekonomia, Pertamina, Bulog, Organda, Hiswana Migas dan Badan Pusat Statistik (Agn)

 


share on: