Direktur PUED: Bumdes Harus Fokus dan Taktis

share on:
Direktur PUED Kemendes PDTT meninjau kawasan Embung Senja di Tirtoadi Mlati Sleman || YP-Ist

Yogyapos.com (SLEMAN) - Ada dua fungsi yang harus dikembangkan oleh Bumdes, yakni fungsi konsolidasi dan fungsi produksi. Kedua fungsi itu harus dikerjakan secara terpadu agar Bumdes segera mampu mendinamisasi kehidupan masyarakat. Khusus untuk Yogyakarta lebih mudah melakukan recovery ekonomi karena masyarakatnya lebih terbuka. Di sisi lain, Bumdes tak bisa mengabaikan era digital yang mampu membangun ekosistem untuk saling menguntungkan.

Direktur Pengembangan Usaha Ekonomi Desa (PUED) Kementerian Desa, Pembangunan Desa Tertitanggal dan Transmigrasi, Drs Nugroho Setijo Negoro MSi menyampaikan hal itu saat diskusi lesehan dengan para direktur Bumdes Kabupaten Sleman di Balai Nakula Sadewa Kompleks Embung Senja, Tirtoadi Mlati Sleman (Sabtu, 11/7/2020). 

Lebih jauh Nugroho meyakinkan bahwa para pengurus Bumdes harus responsif dengan permasalahan yang dihadapi masyarakat. "Dimana ada persoalan di situlah ada peluang. Kita tak perlu muluk-muluk menyusun program atau target, tetapi harus realitis dengan kebutuhan masyarakat. Oleh karena itu, kami mengapresiasi Bumdes Tirtamas yang belum lama berdiri tetapi mampu mengambil peran penting di masyarakat,” tandasnya. 

Para pengurus Bumdes harus mampu mengidentifikasi potensi dengan tepat, dikelola dengan fokus dan tekun. "Saya banyak belajar dari desa-desa yang mampu mengelola aset yang kecil atau terbatas tetapi mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat,” akunya. Bumdes sekarang sudah diterima secara lebih luas di masyarakat. Yang penting digaris bawahi adalah ada komitmen pemerintah desa untuk mendirikan Bumdes lalu memfasilitasi pengembangannya.

Dalam diskusi yang dimoderatori Agus Setyanto, MM (Forkom Bumdes Sleman), Nugroho menekankan pentingnya pemerintah desa untuk memberikan kepercayaan kepada Bumdes dalam mengelola aset. "Kunci dari itu semua adalah keberanian. Keberanian Bumdes dalam melangkah untuk mengelola aset desa agar diperoleh nilai tambah. Bumdes harus berjuang keras menginisiasi program unggulan yang menginspirasi," tandasnya. Termasuk program Bumdes Tirtamas, lanjutnya, yang sedang menggerakkan program smartconnection menuju smart village.

Disinilah, pesan Nugroho, pemerintah desa dan Bumdes sebaiknya memaknai ulang tentang pembangunan. "Mengapa harus membangun gedung atau mal sedang taman yang sederhana seperti Embung Senja ini sudah diminati warga masyarakat. Yang penting, tentukan tujuan jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang agar kinerja Bumdes bisa fokus,” pesannya.

Dalam laporannya Wahjudi Djaja (Bumdes Tirtamas) menyampaikan program pengembangan internet desa sebagai solusi atas merebaknya pandemi Covid-19. Sedangkan Sekdes Tirtoadi, Mohammad Ridwan, mendukung keberadaan Bumdes Tirtamas dengan beragam program inovasinya.

Hadir dalam acara itu para direktur Bumdes Sleman, Bhabinkamtibmas Polsek Mlati, dan para pendamping Sleman, Gunung Kidul dan Kulon Progo. (Agung DP)

 


share on: