Yogyapos.com (SLEMAN) - Nama Ganjar Pranowo semakin berkibar di ajang politik nasional. Namun, PDI Perjuangan belum juga melontarkan isyarat pencalonannya dalam Pilpres 2024. Yang menarik, Direktur Utama Garuda Indonesia TBK, Ir Irfan Setiaputra mengingatkan publik yang hadir bahwa Ganjar Pranowo adalah Calon Presiden (Capres).
Hal itu disampaikan Irfan Setiaputra, yang merupakan alumnus ITB, menjelang penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) tentang Jasa Pelayanan Penerbangan antara Pengurus Pusat Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada(PPKAGAMA) dan Garuda Indonesia, di Balai Sidang Senat UGM Bulaksumur Sleman, Yogyakarta, Sabtu (17/12/2022). Ratusan audiens yang mayoritas alumni UGM pun tertawa dan bertepuk tangan.
“Kami sudah MoU dengan tiga ikatan alumni. Pertama, dengan alumni ITB karenasaya kebetulan alumnus ITB. Yang kedua, dengan ILUNI (Ikatan Alumni Universitas Indonesia) karena ILUNI di seputar kekuasaan. Dan, ini ketiga, pusatnya kekuasaan (Presiden Joko Widodo alumnus UGM – red). Dan, yang satucalon presiden,” urai Irfan disambut tawa dan tepuk tangan audiens.
Penandatanganan MoU tentang Jasa Pelayanan Penerbangan antara PP KAGAMA dengan Garuda Indonesia TBK merupakan rangkaian acara DIES Natalis ke-73 UGM. Selainitu, juga digelar Rapat Kerja Nasional KAGAMA di tempat yang sama.
Sebelumnya, pada kesempatan menyampaikan sambutan Rakernas KAGAMA,Ganjar Pranowo selaku Ketua Umum Pengurus Pusat KAGAMA menganggap semua alumni – termasuk yang drop out (tak lulus program studi – UGM adalah saudara. Karenanya, Ganjar mengharapkan kepada setiap alumnus bisa menjalin persaudaraan, menjaga kerukunan, dan tidak diskriminatif.
“Di mana pun dia. Apapun agamanya. Apapun sukunya. Apapun status sosialnya. Apapun partainya. Sehingga, kalau kita ketemu ,kabeh KAGAMA sedulur (semua anggota KAGAMA bersaudara – red),” ucap Ganjar yang saat ini menjabat Gubernur Jawa Tengah.
Ganjar berharap komunitas KAGAMA semakin berkembang, baik kualitas maupun jumlahnya. Keadaan tersebut memungkinkan apabila legitimasi kelembagaan komunitas cukup melalui anggota, tidak harus menunggu pengurus pusat ataupun pengurus daerah. Yaitu, dengan mengakomodasi setiap potensi yang terdapat di masyarakat.
Sementara, Rektor UGM Prof dr Ova Emilia Mmed Ed SpOG PhD mengilustrasikan alumni UGM hingga kini mencapai jumlah 500 ribu jiwa. Mayoritas para alumni berperan aktif dalam membangun pendidikan di Indonesia. Kiprah alumni UGM di berbagai bidang itu membuat terharu, dengan kerjasama yang solid di seluruh penjuru negeri sehingga terlihat energi kolektif sebagai anggota KAGAMA yang luar biasa.
“Banyak inisiatif yang tanpa pamrih finansial dilakukan KAGAMA. Ini membangun karakter militan untuk cinta negeri. Kami mengharapkan sinergi makin harmonis dan memberi daya ungkit bagi kemajuan bangsa Indonesia,” ujar Ova.
Dikatakannya, salah satu program unggulan UGM adalah Kuliah KerjaNyata mahasiswa. Setiap KKN disebar sebanyak 10 ribu mahasiswa ke segala penjuru nusantara. Sehingga, apabila mahasiswa sebagai agen perubahan dapat bersinergi dengan alumni, hal itu menjadi kekuatan luar biasa. (R Toto Sugiharto)
