Yogyapos.com (BANTUL) - Kundo Kabudhayan (Dinas Kebudayaan) Kabupaten Bantul menggelar sarasehan tentang Majelis Luhur Kepercayaan Indonesia (MLKI), di Pendapa Balai Kalurahan Wijirejo Kapanewon Pandak Kabupaten ini, Kamis (7/11/2024).
”Saresehan kali ini kami adakan bersama MLKI Kabupaten Bantul. Agenda pokoknya agar MLKI Bantul dapat melakukan sosialisasi dan membuat program kerja supaya nantinya lebih berkembang,” kata Kepala Disbud Bantul, Yanatun Yunadiana SSi MSI didampingi Kabid Tradisi Adat, Tradisi Lembaga Budaya dan Seni, Beni Sasangka SE, usai membuka acara.
Menurutnya, tema acara ini 'Netepi Wajibing’ artinya menjalankan kewajiban seorang penghayat yang berbudi luhur dalam NKRI dan Pancasila.
Acara ini diikuti oleh sekitar 70 peserta terdiri para utusan dari 19 paguyuban yang tergabung dalam MLKI Bantul. Para nara sumbernya Ketua MLK Bantul Heri Sujoko SE Ak. Kasi Intel Kejari Bantul Zainal Abidin SH MH dan salah satu pejabat Dinas Kebudayaan DIY Guntur Widiatmoko Hariseno SAnt.
Penyelenggaraan acara ini menggunakan dana keistimewaan (Danais). Acara semacam ini sudah diadakan di Bantul sebanyak 4 kali dan ini yang ke 4.
Secara yuridis bahwa penghayat kepercayaan sudah resmi dan diakui secra syah oleh pemerintah. Bahkan dapat dimasukan dan sebagai idintitas dalam KTP orang.
Para narasumber || YP-Supardi
Ketua MLKI Bantul, Heri Sujoko, menyampaikan MLKI bertujuan menyampaikan ajaran dan menyebarluaskan agar para penganutnya atau masyarakat membiasakan dan mengamalkan budi luhur.
“Banyak ajaran dan budaya luhur yang telah dibicarakan oleh para orang terdahulu namun kini justru luntur dan kurang tertransformasi ke para generasi milenial. Contohnya among among (sesaji kecil) untuk permohonan keselamatan sesuatu dan kebiasaan sopan santun,” jelasnya.
Sementara itu, Kasi Intel Kejari Bantul, Zainal Abidin, mengatakan, dengan ajaran budi luhur yang ada, bertepatan dengan Pilkada Bantul 2024, diharapkan para penganutnya agar menciptakan pilkada yang bermartabat.
Sedangakan Guntur Widiatmoko, menyampaikan, tentang Kebudayaan sendiri banyak para ahli dan pelaku budaya yang telah mendefinisikan. Meskipun banyak definisinya, namun pada intinya mengarah kepada ajaran yang luhur. (Spd)
