Yogyapos.com (SLEMAN) - Serangkaian strategi yang ditempuh Dinas Pariwisata Sleman mulai dari reaktivasi destinasi, penyiapan protokol kesehatan berbasis CHSE sampai gerakan Reresik Dayohe Teka diharapkan mampu mendulang kembalinya kunjungan wisata ke Sleman.
Beragam destinasi dan desa wisata dengan segala kekhasan telah disiapkan oleh para pengelola. Selama liburan Idul Fitri 1443 H diharapkan mampu meraih target 1 juta kunjungan, mengingat tak ada larangan untuk mudik lebaran tahun 2022.
Alam dan budaya yang dimiliki Sleman menjadi daya tarik tersendiri. Sesuai Calendar of Event 2022, ada tiga klasifikasi yang dipersiapkan. Destinasi wisata alam antara lain Jeep Wisata Merapi, Blue Lagoon, Tebing Breksi dan Lava Bantal. Destinasi wisata budaya meliputi Museum Gunung Merapi, Museum Ullen Sentalu, dan Candi Ijo.
Sedang destinasi wisata buatan antara lain Merapi Park, Wahana Air Jogja Bay, dan Sindu Kusuma Park. Selain itu, tentu ada puluhan desa wisata yang masing-masing memiliki keunikan dan karakter yang bisa dijadikan alternatif kunjungan wisata.
“Berdasarkan pada hitungan kami pada libur Natal dan tahun baru kemarin dan awal-awal Januari, kami menghitungnya, kira-kira nanti ada 1 juta kunjungan wisatawan. Atas dasar angka-angka yang awal tahun itu mereka belanja rata-rata Rp 750.000 sampai Rp 1 juta, kemudian lama tinggal di Sleman 1,2 sampai 1,5 hari, insyaAllah perputaran uang di sektor pariwisata saat liburan nanti bisa mencapai Rp 1 triliun. Harapan kami itu. Makanya, strategi branding kita teruskan untuk citra pariwisata yang bagus,” tandas Kepala Dinas Pariwisata Sleman Ir Suparmono MM dalam jumpa pers Selasa 26/4/2022.
Dari laman IG wisatasleman, dijelaskan panjangnya masa liburan diperkirakan akan meningkatkan kunjungan, menambah jumlah kamar, dan memperlama masa tinggal wisatawan dimana rerata tahun ini mencapai 80-95% dengan length of stay berkisar 1,5 sampai 2 hari. Dengan asumsi 1 juta kunjungan, diperkirakan lebih dari 1 triliun rupiah yang akan dibelanjakan wisatawan selama liburan di Sleman. Belanja terbesar wisatawan ada pada akomodasi yang mencapai rerata Rp 650.000 per hari, kuliner Rp 200.000, oleh-oleh Rp 125.000, dan tiket destinasi Rp 25.000.
Serangkaian upaya dilakukan Dinas Pariwisata Sleman beserta dengan para pengelola destinasi dan usaha jasa pariwisata untuk mempersiapkan kunjungan. Harapannya, Sleman menjadi salah satu destinasi pariwisata yang bertanggung jawab di Daerah Istimewa Yogyakarta. (Iud)
