Yogyapos.com (BANTUL) - Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bantul melakukan pengecekan kesehatan hewan kurban yang diperdagangkan, diantaranya di kandang sapi milik Ahmad Suwardi (70) Padokan Kasihan Bantul dan kandang kambing milik Setiyo (45) di Tegal Senggotan Tirtonirmolo, Senin (19/6/2023).
“Hasil pengecekan kami di pasaran bahwa secaca umum kesehatan hewan masih bagus. Kami tidak atau belum memenemukan adanya hewan kurban yang terkena lato lato atau Lumpy Skin Deseage (LSD) di tempat tempat perdagangan,” jelas Kepala Dinaa KPP Bantul Joko Waluyo saat pengecekan di Kasihan.
Menurutnya, selain ukuran dan jenis hewan kurban bermacam-macam dan bervariasi, namun umumnya sudah memenuhi persyaratan disembelih untuk berkurban. Pengecekan akan dilakukan secara pereodik dan acak ataupun berurutan.
Semua hewan kurban di kandang ini sehat dari segala penyakit || YP-Supardi
Menurut Ahmad Suwardi, jumlah dagangan hewan kurbannya yang dipasarkan sekitar 100 ekor. Tidak ada yang terkena lato lato karena sudah dilakukan pencegahan sesuai dangan arahan dari Kepala Dinas KPP Bantul.
“Cara yang saya lakukan yaitu peinsipnya menjaga sanitasi, kebersihan dan penyemprotan anti lalat (serangga) pada kandang secara rutin dan periodik. Selain itu juga memberikan vitamin pada ternak,” jelasnya.
Tentang harga sapi berkisar antara Rp 16.000.000 hingga Rp 27.500.000 per ekor. Kisaran harga itu yang pada umumnya banyak diminati konsumen.
Sementara Setiyo, menuturkan, pada Idul Adha 1444 h kali ini pihaknya menuyediakan kambing dagangan sekitar1.200 ekor.
“Sebagian sudah laki dipesan pembeli bahkan sudah dilakukan pembayaran melalui DP atau lunas. Namun ada pula yang belum laku terjual,” katanya.
Pengadaan dagangan hewan kurban didapat dari Kulonprogo, Bantul dan tempat lain di tingkat peternak. Harga kambing secara umum Rp 2.000.000 sampai Rp 7.000.000 tergantung pada jenis dan ukurannya. (Spd)
