DPAD DIY Siap Launching Buletin Arsip

share on:
Budi Santoso memimpin rapat koordinasi penerbitan buletin arsip DPAD DIY || YP-Wahjudi Djaja

Yogyapos.com (YOGYA) - Lebih dari sekedar kertas bekas, arsip sesungguhnya menyimpan memori perjalanan masyarakat dan bangsa Indonesia. Tidak saja bisa dijadikan rujukan bagi penelitian sejarah, arsip juga bisa sarana untuk berwisata baik dalam konteks masa lalu maupun masa kini.

Demikian simpulan dari rapat koordinasi antara jajaran Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY dengan para penulis Buletin Arsip, di Gedung Grhatama Pustaka, Rabu (7/12/2022). Rapat dipimpin Budi Santoso SS MA, Sub Koordinator Jabatan Fungsional Substansi Layanan Arsip DPAD DIY.

Lebih jauh disampaikan, pihaknya merasa perlu untuk menelusuri beragam peristiwa penting yang menyangkut sejarah Yogyakarta. Ada banyak peristiwa yang terjadi dan menyangkut Yogyakarta tetapi kita kesulitan melacaknya karena ketiadaan arsip.

“Oleh karena itu, kita mencoba menerbitkan Buletin Arsip yang tema pertamanya Mengenal Yogya Melalui Arsip,” tandas alumni Jurusan Sejarah FIB UGM ini.

Dari tulisan yang dikirimkan, lanjutnya, ada 13 penulis dari berbagai lembaga. Diharapkan keragaman asal-usul penulis ini akan menjadikan arsip bisa dilihat dari berbagai sudut pandang dan kepentingan.

“Meskipun mayoritas mengangkat manfaat diorama arsip yang ada di DPAD, tetapi masing-masing terlihat menampilkan keunikannya. InsyaAllah bulan ini sudah terbit dan siap untuk kita launching,” jelasnya.

Ketua Umum Keluarga Alumni Sejarah Universitas Gadjah Mada (Kasagama) Wahjudi Djaja SS MPd yang juga hadir dalam acara tersebut, menyampaikan perlunya DPAD DIY mengelola Buletin Arsip secara sungguh-sungguh dan menerbitkannya secara rutin.

“Selain bisa menjadi media yang bisa menjadi pintu pembuka penelusuran beragam tokoh dan peristiwa penting, keberadaan buletin juga bisa menjadi sarana pendidikan dan pembelajaran masyarakat tentang sejarah Yogyakarta melalui dimensi arsip,” tandas Dosen STIE Pariwisata API Yogyakarta ini.

Terkait layanan dan penyadaran arsip, DPAD DIY memiliki 18 ruang berisi diorama kesejarahan Yogyakarta. Beragam peristiwa sejak Panembahan Senopati sampai penetapan keistimewaan Yogyakarta dan era mutakhir dikemas secara apik sehingga diminati kalangan milenial. 

“Sesuai Pergub DIY Nomor 46 Tahun 2022 mengenai kunjungan Diorama Arsip Yogya, mulai 1 November 2022 untuk melihat diorama dikenakan tarif. Untuk pelajar dan mahasiswa tarifnya Rp 20.000, untuk masyarakat umum tarifnya Rp 30.000, tamu asing Rp 100.000 dan untuk pembuatan vlog, content dan liputan Rp 250.000. Dana yang masuk sepenuhnya menjadi PAD DIY, bukan untuk kami,” tandas Budi Santoso.  (Iud)

 

 

 


share on: