Yogyapos.com (BANTUL) - Jelang pengjunung musim hujan, Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan (DPPKP) Kabupaten Bantul DIY mewaspadai bahaya dan ancaman akibat banjir terhadap budidaya ikan. Sebab itu dilakukan koordinasi antardinas dan petani demi penyelamatan ikan.
"Yakami mengefektifkan koordinasi antara dinas denggan para petani ikan mengenai cara menyelamatkan ikan di saat banjir. Intensitas penyuluhan dan imbauan ditingkatkan melalui seluruh PPL dengan para kelompok tani,” kata Kepala DPPKP Bantul, Yus Warseno, di ruang kerjanya, Senin (17/2/20).
Dijelaskan, salah satu cara yang dinilai efektif untuk mengupayakan agar ikan di kolam tidak terbawa arus banjir, maka para petani dianjurkan memasang jaring (waring) di kolam. Sedangkan para petugas dari DPPKP termasuk Kepala Dinas, PPL dan yang lainnya meningkatkan kunjungan lapangan di tempat tempat tempat budidaya ikan dan selalu siaga.
DPPKP juga memperkuat koordinasi dengan pihak lain yang ada hubungannya dengan antisipasi banjir. Misalnya dengan P3 A ataupun pengairan.
"Lokasi budidaya perikanan yang rawan terkena banjir di Bantul cukup banyak. Namun terutama yang berada di daerah rawan banjir perlu lebih diwaspada. Tempat itu diantaranya di daerah Kecamatan Sanden, Imogiri dan Srandakan," tambah Yus Warseno.
Sementara itu, Kabid Perikanan DPPKP Bantul, Istriyani menjelaskan semua upaya tersebut bertujuan untuk mengupayakan adanya peningkatan produksi. Selain itu untuk peningkatan konsumsi ikan masyarakat. Di Bantul tingkat konsumsi ikan masih sekitar 29,3 kg per tahun perkapita. Sedangkan secara nasional sekitar 50 kg per tahun per kapita. (Supardi)
