Yogyapos.com (YOGYA) - Lingkar Paseduluran Seniman Yogyakarta (LPSY) bekerjasama dengan Dinas Kebudayaan DIY akan menyelenggarakan Dramatic Reading novel 'Prau :Layar ing Kali Opak' karya Budi Sardjono, Jumat 15 November 2019 pukul 20.00, di Museum Purbakala Pleret Bantul.
Novel Prau Layar ing Kali Opak memenangkan lomba bersama empat novel lainnya pada lomba penulisan novel Jawa 2018 yang dihelat Dinas Kebudayaan DIY. Karenaitu, melalui proses transformasi karya, dramatic reading menjadikan karya sastra dapat diapresiasi lebih luas lagi di masyarakat.
“Dramatic reading menyajikan seni pertunjukan yang bersumber dari prosa atau teks novel menjadi pertunjukan di atas panggung sebagai sosialisasi karya sastra, khususnya novel. Memperkuat posisi bahasa Jawa, baik pada level keseharian maupun kesenian. Pentas ini terbuka untuk umum. Gratis,†ujar Khocil Birawa selaku Pimpinan Produksi kepada yogyapos.com, Rabu (13/11/2019).
Sejumlah seniman yang terlibat produksi, antara lain Indra Tranggono selaku penulis naskah, Luwi Darto sebagai sutradara, Gaung Kyan Reananta selaku penata musik, dan Benny sebagai penata artistik. Didukung pula sejumlah aktor teater, dalang, dan pegiat literasi, seperti Sukandar, Briliana Dessy, Ardi Karta SW, Maria Widhi Aryani, Lisa Sulistyowati, Teguh Mahesa, Y Arief Susilo, Ki Budi Cahyono, Sekar Ayu, dan Astri Aldo.
Khocil Birawa menambahkan, dramatic reading mengekspresikan spirit nasionalisme dan semangat bahari dari karakter tokoh cerita yang dibawakan para pemerannya di atas panggung. Fokus kisah bertolak dari era pemerintahan Sultan Agung yang memulai babak baru dalam pengelolaan kerajaan, yaitu dengan menjadikan laut sebagai medan penghidupan serta semangat bahari (kemaritiman), antara lain diwujudkan dengan pembangunan samudera buatan atau segarayasa di Pleret, Bantul.
“Kisah novel ini mengingatkan kita untuk menghargai jasa leluhur sekaligus menjadikannya sebagai inspirasi untuk menjadikan laut dan sungai sebagai sumber kehidupan. Karenanya, kita memilih lokasi di Pleret, khususnya Museum Purbakala yang notabene memiliki jejak historis terkait kerajaan Mataram di era pemerintahan Sultan Agung,†tandasnya. (Toto Sugiharto)
Â
