Dua Pembobol BBM Bersubsidi Asal Semarang Ditangkap di Jalan Wates

share on:
Kedua tersangka nampak diborgol saat dihadapkan dihadapan wartawan || YP-Eko Purwono

Yogyapos.com (SLEMAN) - Polda DIY berhasil mengungkap kasus penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis bio solar. Dua orang telah dinyatakan sebagai tersangka, yakni HY (37) warga Ungaran dan UN (40) warga Genuk Semarang.

Modus kejahatan yang dilakukan tersangka dengan cara memodifikasi mobil truk dipasang pompa yang terkoneksi dengan tangki kapasitas lima ribu liter yang diletakkan dalam bak truk ditutup dengan terpal.

Kabid Humas Polda DIY, Kombes Pol Yuliyanto mengatakan, selain menangkap dua tersangka, juga diamankan sejumlah barang bukti.

“Kedua tersangka ditangkap pada Selasa (31/5/2022) sekira pukul 16.00 WIB di Jalan Wates Pelemgurih, Kapanewon Gamping. Tersangka inisial HY berperan sebagai sopir sopir truk Toyota Dyna, sedangkan UN merupakan pemodal,” jelas Yuliyanto di Mapolda DIY, Rabu (29/6/2022).

Tersangka dan barang bukti truk yang telah dimodifikasi || YP-Eko Purwono

Dijelaskannya, selama ini daerah sasaran meliputi sejumlah SPBU di Wilayah Jawa Tengah, dari pengakuan para tersangka baru pertama kali masuk wilayah DIY dan telah melakoni usaha ilegal ini selama lebih dari 6 bulan.

“Beli bio solar di SPBU dengan harga subsidi, dana dari pemodal UN sejumlah Rp 5.800 per liter, lalu oleh HY dijual kepada pengepul seharga Rp 6.766 per liter,” jelasnya.

Kasubdit Kasubdit IV Tipiter Ditreskrimsus Polda DIY AKBP Rianto mengatakan, pihaknya masih melakukan pendalaman penyelidikan atas kasus ini guna mengungkap keterlibatan pihak lain.

“Mengenai modusnya dari tangki mobil langsung masuk ke tangki kapasitas 5000 liter dengan cara diberikan daya dari pompa. Pembelian di SPBU dengan mengikuti aturan main disetiap SPBU yang ditemui, kalau maksimal pembelian nominal Rp 200 ribu, mereka mengikuti, dibutuhkan 2 sampai 3 hari untuk memenuhi tangki  kapasitas 5000 liter,” ungkapnya.

Wadir Krimsus Polda DIY AKBP FX Endriadi, awal pengungkapan saat personel Subdit IV /Tipidter mendapatkan informasi tentang adanya penyalahgunaan BBM bersubsidi yang terjadi di wilayah Yogyakarta dengan menggunakan  truck yang dimodifikasi di bak truk, saat personel melaksanakan survailence di SPBU ada mobil truk Toyota Dyna dengan nopol W-XXXX-UC yang sedang membeli BBM Bio solar, kemudian diikuti terus hingga  mengisi di 4 SPBU dan membeli BBM jenis bio solar dalam tangki kapasitas 5000 liter dan telah terisi sebanyak kurang lebih 2900 liter bio solar.

Petugas menunjukan barang bukti || YP-Eko Purwono

“Keduanya disangkakan dalam Undang-undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi sebagaimana diubah dalam Pasal 40 angka 9 Undang-undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja jo Pasal 55 KUHP dengan ancaman pidana penjara paling lama 6 tahun  dan denda paling tinggi Rp 60 miliar,” tambah dia.

Turut diamankan 1 unit truk merk Toyoya Dyna warna merah dengan modifikasi tangki, 2 unit HP Android dan uang tunai sebanyak Rp 11 juta. (Opo)

 

 

 

 


share on: