Empat Pasang Pengantin Nikah Bareng, Maharnya Ingkung Ayam

share on:
Prosesi Kirab Kendi Air Kehidupan oleh wanita berkostum wayang || YP-Ist

KEREN! Sebanyak  empat pasang  penganten mengikuti acara Nikah Bareng Nusantara yang berlangsung di Joglo Pring Warung Ndeso, Pajangan, Bantul, Selasa (22/3/2022). Kegiatan ini dilaksanakan bertepatan dengan peringatan Hari Air Sedunia yang diperingati setiap 22 Maret.

Prosesi pernikahan diawali dengan kirab kendi manten dengan pagar ayu para wanita yang mengenakan kostum tokoh wayang Srikandi. Masing-masing Pagar Ayu membawa ingkung dan kendi manten diiringi alunan musik biola.Kemudian, para pengantin menyiram tanaman dengan air yang berasal dari kendi. Prosesi nikah dipimpin langsung oleh Kepala KUA Pajangan Drs H Suryadi, secara bergantian sesuai prokes dengan mahar yang unik yaitu seperangkat alat sholat dan satu buah ingkung ayam jawa

Koordinator Forum Taarif Indonesia (Fortais) RM Ryan Budi Nuryanto menjelaskan, digunakannya Ingkung Ayam sebagai mahar dalam pernikahan ini mengandung filosofi arti dalam bahasa jawa kuno manekung (memanjatkan doa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Sementara makna dari menyiram tanaman merupakan simbol bahwa air merupakan simbol kehidupann.

“Air merupakan simbol dari kehidupan alam. Karena kita tahu hampir 80 persen tubuh manusia terdiri dari air. Oleh karena itu, penyiraman tanaman ini mengandung makna agar penganten selalu menjaga kelestarian lingkungan hidup terutama pelestarian air dan selama menjalani kehiduopan rumah tangga, hidupnya dapat meneladi sifat air yang mampu beradaptasi dalam segala situasi dan kondisi,” ujar Ryan kepada yogyapos.com, beberapa saat usai kegiatan.

Penganten  Menjalani  Prosesi Ijab Qobul Dengan Mahar 1 buah ingkung ayam dan seperangkat alat sholat || YP-Ist

Ditambahkan Ryan, pemilihan jumlah 4 pasang calon pengantin ini selain pertimbangan persyaratan protokol kesehatan juga sekaligus mengandung makna bahwa DIY sedang memasuki PPKM Level 4. Oleh karena itu, pihaknya bepesan agar masyarakat tidak lengan dan selalu menjaga protokol kesehatan, agar wabah Covid-19 ini dapat segera teratasi sehingga masyarakat dapat kembali kepada kehidupan yang normal seperti masa sebelum pandemi.

Ryan mengatakan, Nikah Bareng Nusantara yang mengusung tema ‘Satukan Hati Jaga Alam, Bersama Melawan Pandemi’ ini diharapkan setelah menjalani kehidupan berumah tangga, masing-masing penganten dapat menjadi juru bicara bagi lingkunganya dalam mengkampanyekan protokol kesehatan di wilayah masing-masing.

Sementara itu, salah satu peserta Nikah Bareng Nusantara Siti Handayani (40) warga Kasihan Bantul yang dipersunting oleh Wahyudi (44) warga Wates Kulon Progo menyatakan bahwa pihaknya sangat bersyukur dapat menjadi peserta kegiatan ini. Bahkan pihaknya merasa sangat gembira diberikan kemudahan dapat menjalani pernikahan ini.

“Rasanya tidak menyangka, pernikahan kita akan dibikin semeriah ini. Karena niat kami awalnya cuma ingin menikah saja. Ternyata Tuhan memberikan jalan dan kemudahan yang justru tidak kami duga,” ujar Siti seraya berkaca-kaca.

Hal yang sama juga dirasakan pasangan dari peserta alumni Golek Garwo Fortais yaitu pasangan kedua Parti Supartini (53) warga  Kasihan, Bantul  yang dinikahi oleh Kasidi (63) warga Pajangan, Bantul. Pihaknya merasa sangat bersyukur walau harus mengulang lafal ijab qobul sampai beberapa kali karena grogi .

“Tiba-tiba saya teringat banyak hal, jadi tidak fokus,” ujar Kasidi.

Menurut Kasidi, acara nikah bareng kali ini punya momentum yang kuat yaitu dalam waktu  dua bulan kisah cinta mereka yang berbeda tetapi bisa dipersatukan dalam acara Nikah Bareng yang sangat meriah.  (*/Sulistyawan Ds/Spd)


share on: