Empat Tokoh Bertemu di Yogya : Desak Pemerintah Memulangkan Habib Rizieq

share on:
Syukri Fadholi, Mudrick Sangidu dan Lius Sungkharisma saat mdalam juma pers di Bale Ayu Resto Jombor || YP/Ismet

Yogyapos.com (SLEMAN) - Diplomasi meja makan sedang populer dalam ranah elit politik di Indonesia. Setelah perjamuan makan sate dan diplomasi nasi goreng yang cukup viral, sejumlah politisi senior merespon dan berkumpul di Yogyakarta menggelar Silaturahmi Ulama dan Tokoh Masyarakat, pada Rabu (31/7), di Bale Ayu Resto Jombor, Jalan Magelang.

Nampak hadir dalam acara tersebut, politisi PBB MS Kaban, tokoh PPP Solo Raya Mudrick Malkan Sangidu, Presidium GKR DIY Syukri Fadholi, tokoh Tionghoa Lius Sangkharisma, serta sejumlah organisasi kemasyarakatan.

Dalam pidatonya, MS Kaban mendesak Jokowi dan Prabowo segera memulangkan Pimpinan FPI Rizieq Shihab dari Arab Saudi. Menurut dia, harusnya pemerintah punya niat baik melindungi seluruh warga negaranya, tapi kenapa kasus Habib Rizieq dipersulit.

“Sudah ada tatap muka antara Jokowi dan Prabowo. Pak Prabowo harus mengemban amanat ijtima ulama. Jangan tinggal diam, karena memiliki kewajiban moral memulangkan Rizieq Shihab,” ujar MS Kaban, lugas.

Sementara itu, Mudrick Sangidu menyoroti soal instrument negara yang tebang pilih. Banyak aktivis di kubu 02 yang dikriminalisasi tanpa alasan jelas. “Kita memasuki era keterbelakangan. Pihak-pihak yang mengkritik pemerintah disikat. Hak berpendapat dibatasi. Janji penegakan keadilan dan pemenuhan hak-hak warga cuma jadi komoditas kampanye,” imbuh tokoh ‘Mega-Bintang’ ini.

Sedangkan Lius Sungkharisma menegaskan jika para elite politik ingin rekonsiliasi untuk menciptakan suasana sejuk usai Pilpres 2019, maka pemerintah segera memulangkan Habib Rizieq. "Ada perlakuan zalim kepada Habib Rizieq, kita harus bersuara ketika ada ketidakadilan,” ujarnya singkat.

Dalam kesempatan tersebut, Syukri Fadholi mengutarakan bahwa 'Pertemuan Pecel Lele’ itu adalah awal silaturahmi ulama dan tokoh masyarakat, sebagai gerakan keprihatinan dalam menyikapi persoalan kehidupan berbangsa dan bernegara. "Ini bukan makar, ini gerakan moral cinta NKRI. Kita harus bela rakyat, kebijakan negara harus berpihak kepada rakyat,” tutur tokoh PPP Khittah DIY ini.

Ketika disinggung soal situasi PPP Khittah DIY dan GKR DIY saat pasca pilpres, Syukri menegaskan jika dua organisasi tersebut masih solid dan istiqomah pada jalan pembentukan seperti semula. “Kita masih solid dan tetap istiqomah. Khittah-nya PPP sebagai rumah besar bagi umat Islam harus terus diperjuangkan untuk kemaslahatan bersama. Kebijakan Bangsa saat ini semakin jauh dari cita-cita Pancasila, Proklamasi dan UUD 45. Ini pekerjaan kita bersama untuk mengembalikan ke rel yang benar,” tandas Syukri seraya menyatakan acara ini juga akan diadakan di Solo, Surabaya dan Padang. (Dol)

 

 

 


share on: