Ephemera, Pameran Arsip Geliat Seni Budaya Kampung Dipowinatan

share on:
Para narasumber event ‘Ephemera’ saat memberi keterangan pers || YP-Fadholy 

Yogyapos.com (YOGYA) - Indonesian Visual Art Archive (IVAA) bersama warga Dipowinatan menggelar Festival Arsip pada 16-22 Desember, di Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB). Pameran kali ini memotret geliat kampung Dipowinatan, Keparakan dan Mergangsan dari aspek seni dan budaya.

IVAA akan menghadirkan praktik pengarsipan ala warga Dipowinatan yang acapkali luput dari penglihatan lembaga ataupun instansi pengarsipan. Tajuk yang diangkat adalah ‘Ephemera’ dalam posisi literal dan metafora.

Menurut Lisistrata selaku Direktur IVAA, secara literal pihaknya menempatkan arsip seperti poster dan katalog sebagai kerangka dalam penyusunan.

“Ephemera menjadi sebuah metafor keberadaan kampung Dipowinatan yang sarat seni budaya. Banyak seniman besar bergeliat dari Dipowinatan,” ujarnya, Senin (14/12/2020).

Sejarah memang mencatat, sejumlah seniman pernah bergiat mengolah proses kreatifnya di kampung ini. Sebut saja antara lain Cak Nun, Fajar Suharno, Jemek Supardi, Godor Widodo, Pang Warman, Tertib Suratmo hingga Sius, Indra Tranggono, Arifin Brandan dan Simon Hate. Masa muda mereka sering dihabiskan di kampung ini, terutama terkait dengan aktivitasnya di Teater Dinasti. Di kampung ini pula pernah terbit Majalah sastra dan budaya ‘Refleksi’ yang cukup fenomenal pada zamannya selama beberapa edisi. Terakhir, Iman Budhi Santosa memilih tinggal di sini selama beberapa tahun, sebelum akhirnya wafat beberapa waktu lalu. , 

IVAA, ujar Lilis, mengajak warga Dipowinatan berbagi arsip statis untuk kemudian dikumpulkan dan diolah menjadi arsip yang dinamis dan menjadikan Dipowinatan sebagai situs pengatahuan kreatif. “Kami mengajak warga berkontribusi aktif. Sejauh mana arsip-arsip tersebut bisa digulirkan oleh warga dan dinikmati oleh publik,” katanya.

Agus Sutopo Ketua RW 3 Dipowinatan menambahkan, acara ini juga menghadirkan pertunjukan teater dan musik puisi ‘Kelahiran Baru’, Corca: membuka lapis-lapis Ingatan Dipowinatan serta pada 22 Desember bertepatan dengan Hari Ibu, sedaianya akan mengundang Menkeu Sri Mulyani dan membahas tema ‘Kiyak-kiyuk Ekonomi Rumah Tangga’. (Fadholy/Met)

 

 


share on: