JIKA kita menoleh sejarah di masa pra kemerdekaan maupun pasca kemerdekaan Indonesia ternyata banyak kita temukanpara tokoh pemikir bangsa dan pejuang yang mengawali pergerakan perjuangannya di usia-usia masih muda, contohnya Soekarnomendirikan Partai Nasional Indonesia di usia 26 tahun, Bung Hatta mulai melakukan pergerakan politiknya sejak masih bersekolah di usia 19 tahun, Ki Hajar Dewantara mendirikan Indische Partij di usia 23 tahun, Mohammad Yamin memulai karier politiknya semenjak masih menjadi mahasiswa dengan bergabung dalam organisasi politik Jong Sumatranen Bond, dan masih banyak yang lainnya.
Semua itu merupakan fakta riil bahwa kekuatan dan kemampuan anak-anak muda tidak bisa dipandang sebelah mata, terbukti semangat juang, keberanian maupun intelektualitas mereka untuk masuk kedalam dunia politik saat itu mampu menunjukkan kiprah secara signifikan dan mampumerubah peta besar perjalanan bangsa dan negara kita.
Memang sulit dipungkiri di era sekarang banyak pemuda–pemudi yang merasa skeptis dan apatis pada dunia politik, itu tidak bisa kita salahkan karena faktanya memang dalam beberapa dekade kebelakang dunia politik kita banyak di dominasi oleh para warga senior (oknum politikus) yang menjalankan aksi kegiatan politiknya cenderung kearah yang negatif, tidak menarik dan tidak simpatik bahkan secara vulgar menunjukkan hal-hal yang melanggar hukum, etika dan norma sosial (Korupsi, Kolusi, Nepotisme, Manipulasi, Suap-menyuap, Gratifikasi hingga kekerasan).
Justru di saat inilah para generasi muda (usia 17 hingga 45 tahun) harus bisa menyadari betapa pentingnya kepedulian untuk mengambil peran merebut tongkat estafet kepemimpinan dan kekuasaan (regenerasi) didalam dunia politik, minimal anak-anak muda bisa memahami bahwa suaranya akan ikut menentukan nasib bangsa dan negara kita di masa depan, jangan pula takut untuk mengambil pilihan politik melalui wadah partai yang dianggap sesuai dengan jiwa dan hati nurani, jangan sampai bakat-bakat politik anak muda tak tersalurkan dan bertebaran ditempat yang tidak semestinya, ikutlah berjuang didalam partai politik dengan mengambil bagian, ikut beraksi, dan ikut menentukan sikap politik didalam semangat perubahan dengan cara-cara yang benar dan elegan.
Anak-anak muda saat ini harus tersentak menyadari bahwa di pundaknya terpikul tanggungjawab untuk ikut melakukan perubahan budaya cara berpolitik lama yang selama ini dipandang kejam, kotor dan jahat menjadi budaya politik yang humanis, modern, elegan dan lebih bermartabat serta betul-betul memperjuangkan aspirasi dan kepentingan masyarakat, bangsa dan negara diatas kepentingan diri sendiri, kelompok atau golongannya saja.
Negara kita tercinta saat ini sangat merindukan kontribusi dan peran nyata dari orang-orang baru atau tokoh-tokoh dari kalangan generasi muda yang mempunyai jiwa nasionalisme yang tinggi serta semangat juang dan keberanian untuk merubah peta perjalanan bangsa dan negara Indonesia menjadi lebih baik lagi seperti yang telah dicontohkan oleh para pendahulu kita, sekaranglah saatnya generasi muda bangun dan mau mengambil peran dalam proses regenerasi kepemimpinan baik di tingkat daerah masing-masing maupun tingkat nasional bahkan internasional, ingat bro n sist... nasib masa depan bangsa negara kita berada ditangan kita para anak muda yang optimis, kreatif, dan mempunyai semangat jiwa nasionalisme yang tinggi untuk membangun negeri, percayalahdalam 10 tahun kedepan negara kita tercinta Indonesia akan melesat lebih maju dan menjadi lebih baik lagi, Pasti Bisa! (Advokat Denny Irawan adalah Ketua DPD Partai Solidaritas Indonesia Kota Yogyakarta).
