Yogyapos.com (SLEMAN) - Fakultas Ilmu Kesehatan (Fikes) Universitas Respati Yogyakarta (Unriyo) melalui program studi Keperawatan menggadakan angkat sumpah dan pelantikan bagi profesi Ners, di Ballroom Hotel Sahid, Babarsari Sleman, selasa (12/11/2019).
Dalam angkat sumpah periode ke-XI Tahun Ajaran (TA) 2019/2020 tersebut, Fikes Unriyo melantik sebanyak 137 mahasiswa profesi ners dan mendaulat 46 lulusan memperoleh gelar cumlaude dengan nilai IPK diatas 3,75. Sementara 19 peserta mampu merengkuh IPK 4,0. Dari data di Sekretariat Fikes Unriyo, sebanyak 30 lulusan profesi ners periode XI TA 2019/2020 telah diterima bekerja di sejumlah Rumah Sakit di Indonesia.
Dekan Fikes Unriyo Mohamad Judha SKep NS MKep kepada Yogyapos.com di sela acara mengatakan, di era sekarang profesi perawat begitu krusial dan banyak dibutuhkan di lini kesehatan. Seperti di Puskesmas, Klinik Pratama ataupun Rumah Sakit. “Merespon situasi tersebut, Fikes Unriyo terkhusus Prodi Keperawatan setiap tahunnya berusaha meningkatkan kualitas pengajaran yang mampu mencetak sumber daya manusia (SDM) unggul, yang berdaya saing dan siap diterjunkan di sektor kesehatan. Mekanisme angkat sumpah dan pelantikan profesi ners ini adalah, para lulusan ini sebelumnya telah menyelesaikan studi S1 terlebih dulu. Kemudian dilanjutkan dengan program profesi ners selama 1 tahun,” terang Dekan Fikes Unriyo ini.
Mohamad Judha melanjutkan, profesi perawat adalah basis pokok dalam pelayanan kesehatan. Terlebih di bidang medical bedah dan gawat darurat. Dituntut full skill, mumpuni serta berkompetensi unggul. “Untuk penyerapan tenaga kerja perawat di Rumah Sakit hampir 70 persen merupakan profesi ners. Dan perawat-perawat kita tidak kalah hebat dengan perawat di Asia. Mungkin kendalanya dalam bahasa. Dan itu menjadi pemicu bagi Unriyo dalam meningkatkan kualitas dan kompetensi. Kami juga patut bersyukur dan bangga, belum lama ini dalam uji kompetensi yang diikuti 100 peserta, Unriyo mendapat peringkat 3 Nasional. Serta peringkat pertama untuk regional DIY,” imbuh Mohamad Judha yang juga Ketua Asosiasi Institusi Pendidikan Ners Indonesia (AIPNI) regional DIY.
Sementara itu Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) DIY, Tri Prabowo SKep MSc dalam sambutan singkatnya mengingkatkan kepada para perawat yang telah diangkat sumpah dan dilantik, untuk selalu menjaga kode etik profesi ners, profesionalisme, serta menjunjung integritas. “Peran seorang perawat sangat krusial di sektor kesehatan. Selain bersinggungan langsung dengan pasien, para perawat juga dituntut patuh dalam garis kode etik profesi. Semua ada aturannya dari A sampai Z. Kami pun berjenjang melakukan monitoring untuk meminimalisir kesalahan. Sektor penggunaan obat-obatan juga menjadi fokus kami, sebagai upaya menangkal penyalahgunaan,” pungkas Tri Prabowo. (Dol)
