Farida, Kadus Milenial yang Gigih Hidupkan Relawan Ketahanan Pangan

share on:
Farida, tak segan keliling bersepeda motor memantau wilayahnya || YP-Agung Dwi Purwanto

Yogyapos.com (SLEMAN) - Upaya pencegahan persebaran Covid-19 terus digalakkan dengan arah atau imbauan secara langsung maupun melalui berbagai media di DIY. Hal ini juga dilakukan oleh Farida, Kepala (Kadus) Kalakijo Triharjo, Sleman.

Bukan hanya arahan, Farida melakukannya dengan membentuk tim relawan penyemprotan disinfektan. Sejak diberlakukan tanggap darurat hingga sekarang penyemprotan disinfektan tersebut dilakukan setiap minggu. “Kami bentuk tim relawan sejak awal tanggap darurat, bahkan juga kami bentuk Tim Ketahanan Pangan untuk antisipasi agar jangan sampai ada yang tidak bisa makan di masa pandemi Corona ini,” ucap Farida yang berpenampilan milenial kepada yogyapos.com, Sabtu (25/4/2020).

Khusus mengenai Tim Ketahanan pangan itu, pihaknya menjaring berbagai relasi untuk diajak peduli dengan berbagi ragam sembako atau sumbangan uang tunai dari pribadi, instansi maupun organisasi apa saja yang tidak mengikat. Artinya, jangan ada politisasi di tengah musibah pandemi, melainkan semua berdasarkan rasa kemanusiaan. Sumbangan-sumbangan itu kemudian dikumpulkan dan diujudkan paket sembako, yang selanjutnya didistribusikan kepada warga tidak mampu yang luput dari bantuan pemerintah.  

Kadus alumnus Akademi Teknik Arsitektur YKPN ini mengatakan, memasuki bulan suci Ramadan ini diharapkan jangan sampai ada warga yang tidak bisa makan. Karenanya setiap hari tim relawan bentukannya itu melakukan pemantauan dan gigih menghimpun bantuan.

Demikian juga mekanisme pendistribusiannya dilakukan secara cermat. Jangan sampai terulang adanya distribusi dobel kepada satu Kepala Keluarga, sedangkan di sisi lain ada KK yang luput menerima bantuan. “Ini perlu kami tekankan lagi agar tidak terulang seperti kemarin saat membagikan 140 paket sembako, ternyata ada satu KK yang memperoleh dobel dan ada KK yang tidak memperoleh,” tukan Kadus milenial ini.

Farida berharap Covid-19 cepat berlalu, sehingga kehidupan warga dan perekonomiannya bisa pulih seperti sebelumnya. Selain upaya protokoler menangkal persebaran Covid-19, hari-hari ini yang perlu diupayakan adalah pemenuhan kebutuhan pokok bagi warga yang tidak mampu. Kondisi rawan pangan ini diprediksi akan berlansung sebulan ke depan, apalagi menjelang Idul Fitri nanti.

“Itu sebabnya kami perlu ditumbuhkan dan ujudkan kedermawanan dari pihak-pihak yang kebetulan mampu secara ekonomi untuk berbagi dengan sesama,” pungkanya. (Agung DP)


share on: