Yogyapos.com (BANTUL) – Batik Indonesia semakin jaya, dan akan terus ditingkatkan eksistensi maupun mengembangannya hingga ke pasar dunia. Tekad ini setidaknya tercermin dari Festival Batik Indonesia Tahun 2022, di Jogjo Expo Center (JEC), pada Rabu-Minggu (19-23/10/2022).
Kegiatan festival bergengsi ini diikuti sebanyak 200 peserta dari Industri Kecil Menengah (IKM) asal DIY. Mereka ambil bagian memamerkan produknya untuk sanggup bersaing di pasar nasional maupun internasional.
“Secara rinci bahwa Festival Batik kali ini diisi pameran batik oleh 170 peserta IKM dan 30 mahasiswa. Seminar batik oleh 100 peserta, fashion show oleh 80 desainer dan studi orientasi IKM batik oleh 50 IKM,” kata Ketua Panitian Festival Batik yang jiga Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan DIY, Ir Syam Arjayanti MPd, dalam laporannya, Rabu (19/10).
Menurutnya, sasaran festival adalah masyarakat umum dan para IKM Batik ze-DIY. Sedangkan khusus Fashion Show juga diikuti oleh istri Wakil Guberbur DIY dan para Bupati/ Wakikota serta pimpinan OPD di linkungan Pemerintah DIY serta sejunlah pihak termasuk salah satunya pengurus Dewan Kerajinan Daerah Jawa Timur. Untuk semakin melengkapi acara ini juga orientasi batik ke kapangan.
Sementara itu, Sekda DIY Baskoro Aji mewakil Gubernur DIY, Sri Suktan HB X, dalam sambutan dan membuka festival ini, mengatakan, kegiatan ini memiliki kontek harmoni, kekenian dan subtansi yang berhubungan dengan keberadaan batik.
"Berdasarkan hal di atas pembinaan dan pengembanhan sektor inskfustri dan lerdagangan merupakan pemberdayaan ekonomi terkait dengan batik semakin penting. DIY pada 18 Oktober 2014 dinobatkan sebagai Jogja Kota Batik Dunia oleh World Craft (WCC) di Dongyang China,” tandas Baskoro.
DIY dinilai telah memenuhi 7 tujuh kriteria kota kerajinan dunia yang dipersyaratkan. Kesemua itu meliputi nilai historis, orisinalitas, upaya konservasi melalui regenerasi, nilai ekonomi, ramah lingkungan, reputasi internasional dan konsistensi.

“Dengan dasar dan modal itu maka diharapkan nantinya menjadi dunia industri batik yang ada bisa semakin kuat dan maju namum tetap memperhatikan tujuh kreteria itu,” sambungnya.
Dalam acara yan juga melibatkan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Bantul ini, Bupati BantulAbdul Halim Muslih, mengungkapkan ikut dalam fashion batik dirinya merasakan ada kepuasan, nuansa dan kebanggaan tersendiri.
Dalam kesempatan ini juga dilakukan pentas tari batik, pembagian pemenang desainer batik dan peninjauan ke stand festival. (Spd)
